Showing posts with label Butler Cafe. Show all posts
Showing posts with label Butler Cafe. Show all posts

Monday, February 25, 2013

Dear My Future Husband

Baca blognya mbak (ato adek?) Husniyah Suryani, terutama yang soal Butler Cafe, gue agak takut juga akhirnya. Ah bukan takut sama para Butler di cafe yang gue sering banget bahas di Blog ini...tapi takut sama hal yang ada di jurnalnya beliau ini.

Jadi intinya di jurnal tentang butler cafenya, mbak Husniyah yang udah pernah melanglang buana sampai korea untuk Summer School ini sampai minta maaf pada calon suami masa depannya. Minta maaf karena pernah masuk ke Butler cafe, cuman sekali sih..

Lah, gimana dengan gue yang udah 4x ini? O__O

Gue jadi mikir, apa suami masa depan gue besok akan marah klo tau gue sering pergi ke Butler Cafe dan bertingkah seperti kekasih cowok-cowok yang jadi Butler (terutama Sylvain)? Apakah dia bakal murka dan datengin Sylvain?

Jadi inget juga sih, kemarin di acara Serviteur Phantom in Dreamland, gue sempet ngomongin ini sama Sylvain. Tepatnya waktu ngomongin coklat, gue bilang gak pernah bikin coklat bahkan ketika gue punya pacar.

"Nona punya pacar?" Sylvain bertanya dengan kaget dan melotot tidak percaya. Tidak percaya gue punya pacar ato gak percaya ada yang mau sama makhluk kloningan kayak gue?

"Hari ini aku gak punya pacar. Lagian aku sekarang nyari calon Suami, bukan pacar lagi."

"Aah.. Kalau nanti nona menikah, jangan lupakan Sylvain ya nona.. :)"

"Nanti aku kenalin kamu ke suamiku. Kenalin pa, ini Sylvain, lelaki yang dulu pernah mencuri hatiku."

"Salam kenal, saya Sylvain." Sylvain reflex bereaksi dengan candaan gue. "Loh.! Masa' saya harus begitu nona?"

Kami pun kembali ngakak dengan hal ini. xD

Bukannya gue gak mikirin sih gimana nantinya ketika gue harus menikah dan menapaki indahnya pernikahan.. dan bukannya gue gak mikirin gimana nanti perasaan calon suami.. tapi kan sekarang gue bukan milik siapapun, ah lebih tepatnya belum menjadi milik seseorang yang resmi alias 'Suami'.

Gue masih milik orang tua gue, Orang tua gue gak masalah dengan hal ini jadi gue anggap tak masalah. Lagipula kan gue tak melakukan hal-hal yang 'berbahaya', menurut istilah Sylvain. So, It's fine I guess? Well.. It's a matter of point of view anyway. Lol.

Jadi, untuk orang yang akan menjadi Suamiku di masa mendatang..
Jangan marah hanya karena masalah ini ya sayang..
Kan aku melakukan semua hal tersebut sebelum bertemu dan mencintaimu..
tapi percaya deh sama aku, ketika kau menjadi suamiku..
hanya kamu yang akan terpancar di bola mataku.
hanya kamu yang akan memiliki hatiku.
hanya kamu yang akan mendapatkan cintaku.
hanya kamu yang sepenuhnya berhak atas seluruh diriku.
hanya namamu yang akan aku ucapkan dengan penuh cinta(?).
so, kamu gak perlu galau yah..

semoga kita segera cepat dipermukan olehNYA, jadi aku bisa segera membuktikan semua perkataanku itu padamu. :)

Lots of loves,

Your future Wife
Who loves only you. <3

PS: Kalo bisa kamu status CEO Perusahaan Besar ya sayang.. *3* #woi

My 1.5 hours Happily Ever After

First, gue gak yakin bisa memberikan Review yang bagus dikarenakan mood yang tidak mendukung. But, I’ll try my best.! #Yosh #SokInggris

Sylvain, as Prince Siegfried, Teaser. I Hope you'll get well soon Syl. <3
Untuk Event tanggal 24 Pebruari 2013 kemaren itu, gue benar-benar merasa seperti putri-putri dalam FAIRY TALE yang berusaha begitu keras untuk bertemu & dicintai pangeran Impiannya. Sesuai banget sama tema Serviteur hari itu yang mengambil Tema “In Dreamland” dimana para Butlernya berperan sebagai para pengeran dari negeri dongeng.


Sebenarnya, gue dan beberapa temen gue yang juga Fans Serviteur Phantom Butler cafe ini, pernah melakukan spekulasi mengenai apa tema SP berikutnya. Dan gue dengan yakinnya bilang bahwa tema SP berikutnya sepertinya bakal Fairy Tale dan para Ojousama akan menjadi Princess negeri dongeng. Sapa yang mengira bahwa tebakan gue bener. Sylvain bilang mungkin pikiran gue nyambung dengan manager mereka, tapi sylvain gak tau klo gue ini mengikat Janji dengan tetangganya Sebastian Michaelis alias Jin(?) dari dunia gaib. #apanya


Perjuangan gue dimulai dari gak bisanya Rima, Kirana, Suzu dan Ratih untuk datang ke Event dikarenakan hamil berjamaah berbagai sebab. Intinya gue hampir bisa dipastikan untuk datang ke Event sendirian. Oh God! Yang bener aja gue harus kayak orang sinting berdiri sendirian untuk menunggu giliran jam reservasi gue yang jam 5 sore ituh.!

Ah, harus diketahui gue langsung reservasi begitu daftar menu dan cara reservasi keluar. Seperti yang udah gue bilang di review gue sebelumnya, gue kembali ke pelukan kekasihkuh(?), Prince Sylvain tercinta.


Yap. Gue reservasi menu Full Course Sylvain.

Menu ini, intinya gue bisa bersama Sylvain selama 1.5 jam dan dengan makananlengkap mulai dari makanan pembuka, utama, minuman dan dessert. Diet gue pun udah gue prediksi gagal pada hari event dengan menu-menu tersebut. Hamdalah(?)..

Ketakutan gue buat kehilangan Sylvain bikin gue kalap dan langsung kirim PM ke Fanpage SP. Kekuatan cinta memang menakutkan. #kibasJilbab


Balik ke masalah awal.

Semua temen yang awalnya berencana untuk dateng ke Event gak bisa dateng. Duh, gue pun panik. Karena gue takut dong ya ntar gue jadi orang GJ yang akan langsung dikira tante-tante girang sedang nungguan giliran di layani cowok-cowok ganteng SP. Yah meski gak salah sih, secara gue emang tante-tante dari muka, umur sampek badan. -_-

Gue dan Icha
Sebagai Ojousama yang Loyal, meski gak ada yang bisa nemenin gue ke Event, gue tetep gak bisa (dan gak mau) batalin reservasi. Tapi gue tetep gak mau kesono sendirian, garing banget pasti nunggu sendirian dan pulang sendirian dari Event, makin jelas ke jablay-an gue ntar. #hiks


Akhirnya gue inget klo adek gue, si Icha markocha suka minum ocha itu, pengen banget dateng ke Butler cafe. Dulu dia pernah ngancem gue kalau gak diajak lain kali gue bakal dilaporin ke ayah biar langsung di kawinin sama cowok pilihan Ayah. Naudzubillah.. Kemaslahatan jiwa muda(?) gue terancam.!

Makanya kemaren gue ajak si Icha dan dia girang bukan main, sampai di tahap dimana dia bilang. “Aduh, aku ikut ya kakakku yang makin kurus dan makin cantik... *3*.” Fitnah banget dah (_ _”)


Selain sama adek gue ini, gue dateng bareng Ratih alias monyet. Emang awalnya dia gak mau dateng karena dia gak tau mau reservasi siapa, secara Sylvain udah gue reservasi. Tapi akhirnya dia tergoda juga untuk reservasi JAKE (bacanya Jack, jangan JA-KE kayak nyak gue dan adek gue lakukan), si Butler baru yang SUMPAH CAKEP CETAR MEMBAHANA BADAI BANDANG!!! =//////=b

Jake sebagai Prince Flynn Rider yang berambut Suoh Mikoto
Karena rencana udah Fix, gue bilang lah ke Supir gue, Mr. Unang berkunang-kunang untuk jemput gue dan adek jam 3 sore di rumah. Lalu ke Surabaya dan menjemput Ratih yang rumahnya di daerah Wonokromo ituh. Barulah nanti berangkat ke Lenmarc. Ribet tapi demi SP apapun akan kami lakukan. Dan Mr. Unang dengan mantap bilang sip.

Gue dan adek pun lega.


Esoknya, hari sabtu, gue memutuskan bikin coklat untuk para Butler. Bukan hanya karena ini Event sekalian merangkap Valentine event, ini karena gue dulu pernah bilang ke Butler Haru akan bikin coklat buat dia klo evennya di bulan Pebruari. Akhirnya gue ngesot ke depan rumah untuk beli coklat ke toko yang jual bahan-bahan bikin kue. Dan mulai deh eksperimen gue dan adek gue untuk bikin coklat untuk pertama kalinya.

Bukti gue bikin sendiri Coklat yang gue kasih kemaren ;__;

Ho-oh, ini pertama kalinya gue bikin coklat untuk cowok karena gue bukan orang yang merayakan Valentine. Bagi gue (dan keluarga) Valentine itu bukan hari yang wajib dirayakan. Valentine itu hanya tanggal yang ada di Kalender dan sebuah hari biasa. Tapi kali ini berbeda dan spesial. #halah


Setelah bikin ini itu, dan Alhamdulillah gak terjadi apa-apa waktu bikin coklat dengan heboh di dapur rumah, coklat untuk para Butler pun selesai. Gue dan Icha merasa puas lah dengan hasilnya, meski tak sebagus bikinan toko tapi karena kami buat dengan sepenuh jiwa raga dan biaya(?), kami harap para Butler menerimanya dengan senang hati (dan berharap mereka gak membuangnya waktu kami gak ada).

HARU KECEH BADAI BANDANG KEMAREN!!! #ganyante
-ehem- Haru as Aladdin, Princess Jasmine darling~
Hari H, gue dan adek udah siap dengan coklat dan persiapan lain seperti baju untuk kembali ke Surabaya sekalian untuk melanjutkan Kuliah & Kerja. Sejak siang gue udah SMS Mr. Unang untuk jangan lupa jemput gue jam 3 sore, tapi sampek jam setengah 3 gak ada balasan. Gue dan Icha udah selesai dandan dan sebagainya jam 3 kurang tapi Supir gue itu belom kelihatan juga batang idungnya. Akhirnya gue telpon Hpnya. Gak ada yang ngangkat, berkali-kali gue telpon tetep aja gak diangkat. Gue pun panik.


Gue bilang ke bokap klo Supir gak ngangkat Telpon dan bokap pun kaget karena kemarennya bokap juga secara langsung bilang ke Mr. Unang untuk jangan lupa anter gue dan icha ke Surabaya untuk event ini. Mampus lah secara kakak sepupu gue juga lagi gak di Gresik untuk nganter dan gue juga Icha gak bisa nyetir. Gue semakin panik waktu gue telpon lagi si Supir dan diangkat Istrinya.

“Lho mbak, Bapaknya lagi ke Pasar ini.. nanti klo udah datang saya sampaikan saja ya pesannya?”


SAMPAIKAN GUNDULMU!!  LAGIAN NGAPAIN SUAMIMU ITU KE PASAR JAM SETENGAH 4 SORE!!!!! #FlipGunung


Gue pun udah pasrah dan SMS Ratih soal ini, sukses lah Ratih juga ikut panik. Melihat itu Bokap gue langsung pake baju lengkap dan bilang akan nganterin gue ke event. Eh sumpah, gue saat inilah yang bener-bener murka sama supir gue. Bokap gue baru aja pulang dari kegiatan lomba apa gitu karena Ultahnya Kota Gresik yang dia hadiri, masih capek banget mukanya tapi karena si Supir kamfreta Italiano itu, bokap terpaksa nganterin gue. Ratih juga jadi sungkan karena harus jemput dia duluan baru kemudian balik ke Lenmarc. Gresik – Wonokromo – Lenmarc itu bukan jarak yang deket dan lebih memakan waktu daripada Gresik – Lenmarc Mall yang bisa dilalui dengan cepet lewat Tol.


Pikiran gue udah bener-bener Ruwet, gue berasa pengen Muntah waktu itu. Iya gue emang type yang klo udah stress menumpuk dan bad mood bawaannya pusing dan pengen muntah. Bukan karena gue hamil, bukan pula bulimia, tapi karena kemarahan gue (ditambah stress karena urusan kantor yang memuncak di ubun-ubun kepala gue. Gue udah gak se-excited pertama kali waktu udah berangkat ke Surabaya. Gue bahkan udah niat SMS Qent untuk membatalkan reservasi gue dan akan gue tansfer harga reservasi gue-ratih-icha. Gue beneran muak hari itu.


Karena itu gue gak seberapa bahagia waktu sampai ke tempat event, di d'Allegro Cafe lnt. 4 Lenmarc Mall. Gue paksain buat senyum & ketawa waktu menginjakkan kaki ke cafe itu, tapi otak sama perasaan gue udah bener-bener amburadul. Gue bahkan gak tau apa yang gue omongin kemaren itu. Gue sempetin ke kamar mandi untuk nenangin diri sebelum ke tempat event pun gak ngaruh. :( *sigh*


Setelah daftar ulang dan sebagainya, Jam 17.00, waktunya gue untuk masuk cafe. Sylvain, yang hari itu berperan sebagai Prince Siegfried dari dongeng Swan Lake Princess datang ke arah gue dengan kostum yang berbulu-bulu(?). Yah secara emang pangerannya putri angsa, itu udah oke, untung gak bawa Angsa beneran. Kegundahan gue sedikit menghilang melihat senyum menawan pangeran gue hari itu. #halah xD


“Coba deh nona di elus bulu-bulu yang saya bawa ini.” Kata Sylvain soal bulu2 di bahunya itu. “Agak susah sama properti saya hari ini nona, keparlente-an saya membawa sedikit masalah.” Lanjutnya sambil mencoba membenarkan selempangan(?) bulu putih gede yang dia bawa.

Apapun kostum / wig / penampilan Sylvain, buat gue dia selalu Perfect kok. ;D #diuncal


Sylvain pun menuntun gue ke salah satu meja di cafe itu dan menarikkan Kursi untuk aku duduk sebelum dia duduk di kursi yang berhadapan sama gue. Kami senyum-senyum sendiri dulu kayak orang Bloon, dan gue berusaha untuk jadi diri gue kayak biasanya, namun Fail. Gue juga menyadari Sylvain tidak seperti biasanya, dia sedikit terlihat sakit dan kurang Fit. Dan ternyata dia memang kurang fit hari itu, ada kalanya dia sedikit ‘blank’ waktu ngobrol sama gue dan beberapa kali menguap karena ngantuk. Meskipun begitu Sylvain berusaha keras untuk bisa menyenangkan gue, dan gue hargai itu.


Kondisi gue yang emang kalo udah bad mood sangat susah untuk diobati, bikin aku gak bisa 100% menikmati kemaren. Ada 2 ojousama yang dilayani Sato-kun & Zane di sebelah gue tampak sangat menikmati percakapn mereka, gue iri tapi gue bener-bener gak bisa bertingkah heboh seperti biasanya. Sedikit gak enak juga sama Sylvain, takutnya dia merasa gak bisa membahagiakan gue, tapi bukan itu masalahnya. Kayak lagunya 2NE1 yang Lonely, kondisi gue saat itu bener-bener merasa sepi meski Sylvain selalu ada di samping gue. #tsaah!


Sato-kun sebagai Prince Ferdinand, pangerannya mbak Snow White

Zane sebagai Prince Hikaru Genji. Lady Murasaki's

Sylvain pun menyuapi makanan buat Gue mulai dari Salad buah sampai Red Velvet gue, apa dia menyadari kondisi amburadul gue waktu itu ato gimana gue juga gak tau. Tapi seperti biasa Sylvain memaksa (dalam cara yang halus dan gombal(?)) gue untuk menghabiskan makanan gue.


“Aku diet Sylvain jadi aku gak begitu bisa ngabisin makanan yang banyak sekarang.” Kata gue kalem waktu sylvain bilang akan ngasih kejutan buat gue klo gue ngehabisin Salad buah gue.

“Ah, begitu nona? Tapi saya dukung nona untuk diet kok :).” Sepertinya Sylvain juga mulai menyadari bahwa gue udah terlalu over size. Jadi terharu(?).


Meski gue bilang gitu dan Fruit Salad gue gak habis, tapi spaghetti carbonara dan Res Velvet serta Earl Grey gue ludes tak bersisa. Sylvain mungkin ngakak ngeliat itu, Diet kok rakusnya ngalahin orang yang gak diet. :v


“Hari ini saya menyediakan beberapa game sambil menghabiskan waktu kita bersama, nona. Klo nona mau main dengan saya, setelah bermain saya punya kejutan buat nona.” Sylvain bilang ke gue.


Ternyata Sylvain sudah mempersiapkan beberapa permainan untuk dilakukan sama ojousama-nya (gue gak mau ke-GR-an klo dia nyiapin permainan itu cuman untuk gue). Salah satunya main acak kata, pictureka, dan beberapa games random. Jujur gue lemah banget klo game-game gini, gue lebih ahli klo main gulat, sumo dan smack down.


Waktu main acak kata, Alhamdulillah, gue kalah telak. Padahal Vocabulary gue dari SMP sampek lulus kuliah ini selalu dapet nilai A+ tapi klo dibikin games gue kebiasaan panik duluan dan akhirnya kalah. Tapi meski kalah, Sylvain tetep memeberikan kejutannya buat gue. Dia permisi sebentar untuk mengambil kejutannya dan sesaat kemudian dia menyerahkan sebatang coklat Silver Queen yang Dark Chocolate.
Coklat dari Sylvain. Thank you handsome ^^

“Meskipun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang nona berikan buat saya, apalagi sizenya, tapi saya harap nona menerimanya.”


Sepersekian detik gue berusaha mencerna apa yang dilakukan Sylvain. Sumpah gue bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget waktu dia kasih coklat itu buat gue. Rasanya sesaat kepenatan di kepala gue ilang dan gak bersisa. Pengen nangis tapi gue kan ojousama yang cool & bersahaja selayaknya ibu-ibu muda masa kini. #loh


Yang bikin gue terharu dan bahagia itu bukan karena coklatnya, tapi karena alasan Sylvain kasih gue coklat tersebut.

“Saya ingat dulu nona pernah bilang tidak terlalu suka manis, jadi saya belikan yang dark chocolate jadi tidak terlalu manis, nona.” Kata Sylvain tersenyum.


God.! Cowok ini  bahkan ingat apa yang gue katakan beberapa bulan yang lalu (waktu event SP yang pertama hari kedua). Tak hanya itu, dia juga membeli coklat itu khusus untuk gue. Sebelum Event dimulai dia pergi untuk membeli coklat tersebut bersama Zane, naik motor dan kehujanan. Ini dibenarkan oleh cerita adek gue dari Zane. Hal ini juga bikin Sylvain makin tak fit, gimana gue gak terharu coba? Pengen sih gue cipok Sylvain tapi gue takut diusir dari SP karena memperkosa(?) anak orang. Selain itu juga, Sylvain ingat gue gak suka Paprika, jadi selama menyuapi Spaghetti carbonara gue, dia menyingkirkan semua paprika. “Jangan dimakan nona kalau tak suka, lagipula nanti nona bisa batuk.”

Entah bener ato gak Paprika bisa bikin batuh tapi gue iya-in aja deh apa kata Sylvain.Namanya juga udah cinta. #ganyambung


Setelah itu, perjuangan Sylvain untuk bikin gue nyaman berlanjut. Games Pictureka yang gue menangkan dan bisa melakukan Truth and Dare pun gak bisa gue cerna dengan baik. Jadi gue nyuruh aja Sylvain untuk menyuruh gue sesuatu. Lalu random Truth and Dare kami pun berlanjut semakin random. Awalnya sih gue pengen nge-Dare Sylvain buat nyium pipi gue, tapi gue sadar ntar Sylvain bisa trauma karena dipaksa nyium Kloning beruang ganteng & Kuda Nil seksi ini. Gue juga nyesel gak menyuruh Sylvain menerima suapan dari gue, karena gue liat Icha sm Ratih menyuapi Zane & Jake. Bener kata Zane, karena disuapi itu udah terlalu Mainstream. #sigh #sedih


“Saya gak pernah nyuapin orang seperti ini lho nona, cuman nona yang saya suapi seperti ini.” Kata Sylvain.

“Aku juga gak pernah minta disuapin gini sama cowok. Cuman sama kamu aja aku minta disuapin.” Bales juga, lalu kami saling berciuman bertatapan dan  lalu tertawa malu. xD

"Bagiku, kami tetep yang paling ganteng Syl. Tapi hal itu tidak meredupkan keinginanku untuk mencoba berinteraksi dengan butler-butler lain." Kata gue jujur. Orang jujur itu subur(?).

"Ah, tidak apa nona. Silahkan lain kali mencoba(?) yang lain juga :)"

"Tapi kamu gak perlu khawatir. Meskipun aku bersama pria lain, hatiku tetap paling mencintaimu." (ini beneran gue ngomong gini dan gue mual).

"Nona type wanita setia, kalau saya type Pria percaya. Meskipun anda memilih banyak pria lain, tapi saya percaya hati nona tetap menjadi milik saya." Sylvain mengatakan ini dengan super kalem dan menatap lurus ke mata gue.

Penghulu mana penghulu!!!! Mau Ijab Qabul lah gue ama ini cowok. Tolong yang bisa hipnotis bokap buat nyetujuin pernikahan kamih!!!! #ganyante


Apapun yang terjadi dan gimanapun kesan gue dimata para penghuni SP, gue bahagia kemaren. Gue bisa ngobrol lebih dekat dengan Sylvain, gue juga bisa memberikan coklat yang gue kasih ke Sylvain dan butler-butler lain, kecuali Zane yang diberikan oleh Icha. Gue juga mendapatkan Hadiah dari Sekretaris SP karena berhasil menebak Teaser di Fanpage. Dalam 1.5 jam yang gue lewatin di SP gue mendapatkan kebahagian berlimpah, seperti biasanya setiap kali gue pergi ke event-event mereka. Maaf karena gue gak bisa menunjukkannya sebagaimana mestinya.

Para Butler sangat sempurna. Sato-kun, Lavie-kun & Shion-kun yang kala itu menganggur(?), terima kasih yah sudah mengantarkan pesanan makananku dan bahkan Sato-kun memberikan bunga untuk diletakkan di atas meja. "Untuk mengikat cinta kalian berdua." Kata Sato. Cute~ xD

Shion, the Head butler as Prince Charming, pangerannya Cinderella.
Lavie as Prince Philip, Princess Aurora's soulmate


Thank you for Serviteur Phantom Butler Cafe

Thank you For my Prince, Sylvain. Because of you, I finally got my 1.5 hours Happily Ever After. <3



Loves,



Ikatrina

Your Loyal Ojousama

Hadiah dari SP <3


----------------------------


Seperti janji, gue akan men-list apa yang gue sukai dan beberapa saran untuk Serviteur Phantom Butler Cafe.



Yang gue sukai dari Event Dreamland 14 Pebruari 2013 kemarin adalah :

1.       Kostum yang dipakai para Butler benar-benar sama persis dengan Teasernya.

Hal ini membuat Tema benar-benar terasa di tempat event kemarin. Para Butler juga benar-benar menjelma sebagai pangeran impian para wanita. Sylvain sangat tampan, tapi yang paling menawan kemaren itu adalah Haru. Haru fit perfectly to his custome, really lovely. :D

2.       Makanan yang disajikan sangat enak

Event pertama pasti ingat kalau gue pernah komplain dengan sajian Red Velvet yang terlalu manis dan keras, atau spaghetti yang terlalu banyak keju. Event wonderland Kuro (mungkin) ingat kalau gue tak terlalu menikmati makanannya. Tapi kemaren, semua hidangan sangat sempurna. Penyajian, rasa dan porsi benar-benar seusai dengan harga yang dikenakan.

3.       Tempat Event sangat tepat.

Di Review-review gue yang dulu selalu menjadi perhatian khusus di dalamnya. Untuk event kemaren menurut gue udah sangat baik, meja dan kursi nyaman, suasana juga sangat nyaman. Namun kekurangannya, adanya orang lain selain tamu Butler Cafe yang kebanyakan bapak-bapak ato Ibu-ibu yang mereservasi tempat di cafe tersebut sebelumnya. Jujur gue agak minder kemaren waktu disuapin Sylvain dan dipelototin sama beberapa bapak-bapak di situ. Lol.

4.       Hampir keseluruhan dari Event kemaren bikin gue puas. Waktu yang gue lewatkan dengan Sylvain terasa lama karena dia tidak dipinjam tiap kali ada ojousama yang selesai dengan waktunya. Ratih dan Icha pun membenarkan hal ini. Agak kecewa tidak bisa berfoto dengan semua butler tapi tidak masalah karena yang terpenting adalah waktu yang kami lewatkan bersama butler yang menemani kami hari itu. ^^


Beberapa hal yang mungkin bisa jadi komplain dan mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk event-event mendatang:

1.       Teaser dan Informasi di Fanpage.

Jujur gue reservasi mulai hari pertama menu keluar dan menunggu dengan tak sabar teaser-teaser (2D) di Fanpage –terutama teaser Sylvain, tapi sampai H-3 baru keluar semua. Hal ini sedikit menjadi ketidaknyamananan gue. Tapi gue ngerti karena para staff bulan ini sibuk jadi tak apa.

-          Saran : mungkin sebaiknya dipersiapkan dahulu menu dan teaser-teaser sebelum melakukan pengumuman resmi kapan akan diadakan event ^^ tapi gue seneng dapet hadiah karena quiz dadakan nebak Teaser di Fanpage. #plakdesh

2.       Tempat yang dipilih terlalu jauh.

Ini adalah alasan mengapa beberapa temen gue memutuskan untuk tidak datang ke event Dreamland. Jujur awalnya gue ragu karena masalah ini juga, karena meski sudah 7 taun di Surabaya, gue gak pernah ke daerah Lenmarc tersebut. Walaupun pernah mungkin cuman lewat dan belum hafal. Kemungkinan nyasar hampir 99% untuk orang yang juga buta arah seperti gue. Karena itu gue memutuskan untuk minta Supir mengantar dan akhirnya membuat gue bad mood total kemaren itu.

-          Saran : Selanjutnya mungkin bisa diadakan di tempat yang para Ojousama tahu semua, atau dengan kata lain yang tidak terlalu jauh. Bisa mungkin diadakan semacam Survei dulu sebelum memutuskan untuk melaksanakan event selanjutnya. :)) <3

3.       Waktu antara Event satu dengan event lain.

Mungkin merasa kalau event kemarin sedikit lebih sepi dari event-event yang lainnya kan? Sempet sih gue bilang ke Sylvain soal ini dan ke Petto-chan juga, dan gue rasa salah satunya adalah dekatnya event Wonderland dengan Dreamland ini. Ojousama lain mungkin berpikiran tak datang ke Lenmarc (yang jauh) pun mereka akan bisa datang di event lain yang kemungkinan tak akan lama lagi. oh, dan Hari MINGGU lalu dekat dengan hari-hari Ujian juga mungkin menjadi alasan Ojousama lain tak datang kemaren. Hal ini memang gak ngaruh buat gue, karena gue pasti akan tetep antusias untuk pergi ke event Serviteur, I am your Loyal Ojousama after all.

-          Saran : ada baiknya untuk jangan melakukan event dulu dalam waktu dekat. Membuat Ojousama merindukan para Butler bukanlah hal yang buruk jika bisa membuat mereka lebih bahagia lagi begitu kerinduan mereka terpenuhi dengan event yang spektakuler lainnya. Tapi penting untuk diketahui, kapanpun kalian mengadakan event, dalam waktu dekat atau masih lama, dan selama gue masih bisa jalan dan sehat, gue akan selalu datang. Jangan bosan yah lihat mukaku. xD

4.       Sebaiknya para Butler lebih mendalami peran mereka.

Bukan masalah serius sih... cuman bikin sweatdrop aja dengan kejadian kemarin. Seperti Sylvain yang gak tau sebenarnya nama Pangerannya Odette (Swan Princess) itu siapa, atau ketika dia bilang gak ngerti peran Zane dan mengira Zane adalah polisi GJ yang nyasar ke Dreamland. xD

Atau Ketika Icha bilang dia gak ngerti harus gimana karena gak ngerti cerita Hikaru Genji, lalu Zane bilang kalau dia juga sebenarnya gakngerti ceritanya The Tale of Genji itu. Wakakakak xD

-          Saran : Pelajari dulu yak peran masing-masing biar bisa lebih oke. Ah, tapi jangan terlalu keras belajarnya, kalau kalian jadi makin pusing karena hal ini, gak enak juga. :))



Yap.! Segini Review panjang dan membosankan serta kaku gue kali ini.

Maaf kalau ada yang  tidak berkenan & terkesan curhat. Terima kasih buat yang menyempatkan waktunya untuk membaca dan Comment di Review yang gue tulis di Blog pribadi ini.



Otsukaresama Deshita.! ^O^
Icha - (Muka) Gue (Serem banget) - Ratih 



(Credit photos 2D teaser belongs to Serviteur Phantom Butler Cafe)
(Other photos, credit to Pleki, my cellphone name, thank you.)

Monday, December 3, 2012

My Wonderland Adventures



WARNING : Jurnal ini sangat panjang jadi kalau yang mudah Bosan lebih baik jangan dibaca TT___TT

Dari judul  diatas pasti tau kalo apa yang bakal gue tulis kali ini JUGA berhubungan sama yang namanya makhluk Tampan.! Siapa yang pernah baca jurnal gue beberapa saat yang lalu pasti tau dan familiar dengan nama “KURO” alias cowok ganteng yang jadi Footman di Serviteur Butler Café yang gue datengin tanggal 20-21 Oktober 2012 lalu. *PD banget ada yang baca Blognya*

Jadi ceritanya, gue dateng (lagi) ke Serviteur Butler Café yang isinya lelaki-lekaki tampan nan mempesona itu. Kali ini lokasi Cafenya terletak di Café Agojas di Metropolis Apartment Jalan Raya Tengilis 127 Surabaya.

Ok, Dimana itu? 

Adalah pertanyaan begitu gue liat brosur yang dibagiin pengurus Butler Café di Chocodays 2012 waktu gue ambil foto gue sama para Butler dan beli Mug gambar Sylvain. Jujur gue ini udah lebih dari 6 tahun tinggal di Surabaya tapi gue cuman tau daerah sekitar Unair doang, secara gue ini Mahasiswa Kuliah-Pulang (kos) dari S1 sampek S2, so gue ini jarang jalan-jalan.

Tapi demi bertemu lagi dengan para Butler ganteng di Serviteur Butler Café, gue bela-belain nyasar buat nyari lokasi butler café selanjutnya ini. Nanya sana nanya sini, sampai akhirnya gue sampek ke Café Agojas kemaren itu. meski panas tapi gue gak perduli, harus!! Pokoknya Harus ke Butler Café. Kenapa? Gue udah reservasi Butler soalnya -_-

Penghuni Wonderland~ <3

Gue udah reservasi Butler yang akan melayani gue di Butler Café tanggal 1 Desember kemaren. Awalnya gue mau mesen(?) Sylvain karena dia adalah Butler paling cocok ama gue. Bukan masalah kecocokan wajah ato body(?), tapi masalahnya dia sama-sama benci Uchiha Sasuke ama gue. Tapi akhirnya gue mesen Kuro.
Alasan :

1. Gue penasaran sama ini cowok karena gue naksir sosoknya pas jadi Footman dulu itu super cool dan dia megane alias pake kacamata. #mimisan(?)
2. Gue masih dendam sama dia yang nitipin Coscard (Cosplay Card) dia ke Sato dan akhirnya Sato lupa kasih ke aku yang termasuk 5 orang pertama yang dateng ke Butler Café tanggal 21 Oktober kemaren. #CipokSato #SakingKeselnya
3. Alasan utamanya sebenernya karena gue kasih Sylvain ke Temen gue yang namanya Ratih, yang kebetulan berulang tahun tanggal 1 Desember dan dia naksir berat sama (Ke-Playboyan) Sylvain. #ditendangRatih

Oke, jadi Kuro hari itu jadi kucing alias Chessire Cat. Pasti tau dong karakter Chessire Cat? Yang ada di pilem Alice in the Wonderland itu lho..

Kuro as Chessire Cat <3
Lavie as Red Queen (or King)

Shion as White Rabbit

Haru as Mad Hatter

Kirito as Bayard the Royal Dog

Akira as Absolem

Sato as Dormouse

Sylvain & Zane as Twedledee & Twedledum
Serviteur kali ini ambil temanya WONDERLAND jadi para Butler berdandan(?) seperti karakter-karakter dalam Alice in the Wonderland. Oh, dan ada penambahan Butler (mungkin) untuk melengkapi karakter dalam cerita atau memang untuk menambah jumlah pengunjung aja biar madam-nya punya lebih banyak duit. #eh

Lanjut yak ke perjuangan gue untuk menaklukkan Kuro.

Dimulai dari acaranya nyasar dulu di daerah Ubaya alias Universitas Surabaya, lalu muter-muter bingung karena arahan orang-orang pinggir jalan yang gue kurang mengerti, sampai akhirnya gue sampai di parkiran Apartemen Metropolis pada jam 4-an.

Gue yang hari itu bawa barang banyak termasuk Biola (karena besoknya mau latihan biola) langsung menuju ke Agojas Café untuk menemui beberapa orang Fujoshi yang janjian fangirl-ing bareng. Begitu sampek, gue serasa ada di negeri Dongeng, karena banyak sekali ALICE di café ini.

Yap! Para pengungjung café hari itu berdandan seperti karakter ALICE untuk menyesuaikan dengan tema Butler Café dan untuk mendapatkan “True Alice Ending” alias untuk mendapatkan hadiah Istimewa apabila dapat menjadi “ALICE” yang sempurna.

*Lihat dandanan sendiri*

/Legging item, baju ungu, kerudung item dengan bros ungu, kumus-kumus karena naek motor, bawa barang banyak kayak mau pindahan rumah/ = Impossible dapet True Alice Ending. Ya sudahlah. *shrugs*

Setelah bertatap muka dengan Rima yang dandan Alice berambut pirang, Kirana sebagai Alice rambut hitam, Suzu dengan Alice pirang keriting(?), dan Keyuu yang dandan jadi kuroko (#loh), Gue langsung Daftar Ulang untuk memastikan gue udah bayar dan bisa dilayani oleh Kuro~ <3

Ternyata reservasi gue yang jam 5 diundur jadi jam setengah 6 karena suatu alasan, yah gak apa deh, wong Ratih juga belom dateng waktu itu. Gue jadi santai.. meski gue aslinya dag dig dug duer daia! Bayangin ngobrol ama si Kuro ini. Secara gue kan emang belom pernah ngobrol sama Kuro, waktu di SP sebelumnya gue cuman sempet liat mukanya beberapa detik doang waktu dia nganterin makanan gue. *sigh*

Waktu lagi seru-serunya fangirl-ing sama Keyuu, Suzu dan Kirana, tiba-tiba Manager Butler Cafenya SMS gue bilang kalo gue bisa masuk ke Café jam 5 teng (alias pas). Dafuq! GUE BELOM NYIAPIN MENTAL DAN HATI GUE UNTUK BERHADAPAN DENGAN MAKHLUK GANTENG BERNAMA KURO ITUUUUUUUUHHH!!!! #fliptable

Dengan perasaan campur aduk, gue melangkah lesu ke arah Café bersama Kirana yang juga masuk di jam yang sama dengan gue. Kirana juga mukanya gak kalah nervous dari gue. Ini sebenernya mau ke Butler Café ato ke ruangan eksekusi pake kursi listrik? Sungguh berdebar-berdebar rasanya hati ini. #halah

Begitu masuk ke Café, Kirana langsung disambut oleh Sato, si Butler imut (menurut gue) dan di antarkan ke meja kecil dengan taplak berwarna merah yang telah tersedia. Pandangan mata gue tertuju pada sosok Kuro yang hari itu pake Wig warna Coklat dan pake Nekomimi. Alamak, imut sekali dirimu Kuroooohhhhhh!!! #grepeh! <3

Kuro pun tersenyum lalu mengulurkan tangannya yang sontak gue letakkan tangan kiri gue di atas telapak tangan dia. (cieeeh!! #tendangDiriSendiri).

Eh tiba-tiba ada Sylvain di samping Kuro.

“Untuk Nona Ikat, harus diantar oleh 2 Butler. :)”

Lalu diapun mengambil tangan kiri gue dan mendorong(?) Kuro untuk mengandenga tangan kanan gue. Ah, aku jadi berasa keren aja dianter oleh 2 Butler. Entah ini Sylvain yang emang ingin meluluhkan hatiku ato emang dia lagi nganggur jadi sekedar ngisi waktu luang untuk nganterin gue ato emang dia nyindir bahwa Kuro gak mungkin kuat ngangkat(?) tangan gue yang gede ini jadi dia pengen bantuin ngangkat?

Yah sudahlah, apapun karena Sylvain ganteng, jadi gue maafin.

Setelah gue duduk di salah satu meja, gue ditanya Kuro mesan apa dan gue bilang Spaghetti Bolognese sama Hot Lemon Tea. Gue gak salah milih karena tempatnya agak semi outdoor dan angin dingin berhembus lumayan kencang (walopun nyaman sih), jadi Hot Lemon Tea-nya pas banget.!

Kuro pun mengambilkan pesanan gue dan gue perhatikan tempat Butler Café kemaren itu. Hmm..~ lebih baik daripada Butler Café yang sebelumnya.

1. Suasananya nyaman dan tempat semi outdoor itu lebih nyaman karena tidak seperti sebelumnya yang hanya dalam 1 ruang kecil yang mikin kayak “Nyesek” terutama untuk orang berbadan extra bohay kayak gue.
2. Mejanya kecil namun tidak terlalu sempit, jadi interaksi dengan Butlernya akan lebih enak terutama untuk orang yang kupingnya sombong macam gue. (Kuro bilang mungkin kesombongan kuping itu karena masalah membersihkannya. Alias gue kurang rajin bersihin kuping gitu?)
3. Kursinya… lebih nyaman yang pertama mungkin yak, soalnya bokong gue yang bohay ini tak cukup lega untuk duduk di kursi kecil kemaren itu. Oke, bukan salah kursinya, cuman emang gue yang terlalu bohay. -_-
4. Yang mengantar pesanan dan menyajikannya para Butler sendiri, jadi lebih terasa pelayanan Butlernya karena kan Butler emang harusnya melayani bukan hanya untuk ngobrol. Emangnya Host? #desh

Over All, waktu awal dateng kesan gue untuk pelaksanaan Butler Café hari itu “Quiet Good”. Nyaman, aman, terpercaya(?). So Far So Good..~

Kuro datang membawa pesanan gue dan meletakkannya di Meja, lalu dia kembali ke dapur(?) untuk naruh nampannya sebelum kemudian kembali ke meja gue untuk menemani gue.

“Sebenanya Butler posisinya berdiri di samping nona, atau bagaimana?” Kuro pun bersabda(?).

Gue spontan nyuruh Kuro duduk di kursi aja, klo dia berdiri di samping gue terus dia mau apa? Matung sambil ngeliatin gue makan Spaghetti dan kalau gue minta suapin dia akan nyuapin dengan posisi Rukuk di Sholat dan pamer bokongnya ke orang yang duduk di belakangnya? Gak Sudi gueh! Kuro punya Gue (hari itu).! Huh!

Oke, jujur gue deg-degan banget pas kuro duduk di kursi samping gue. Gak ngerti mesti ngomongin apa. Bahkan liat wajahnya aja gue gak berani.

Bukannya apa, gue takut begitu gue dongak liat mukanya, si Kuro bakalan lari ketakutan dan trauma liat muka abstrak gue. T__T

Saking nervousnya gue langsung ngalihin perhatian ke Spaghetti gue. “Eum… Kuro bisa nuangin saosnya ke piring ini gak?”

OKE!! APA YANG LOE OMONGIN SIH KAAAATTT??????!!!?!? #diuncal

Kuro dengan sopannya bertanya mau dituangin ke mana saosnya. “Ke Hatiku~” hampir ngomong gitu tapi gue (mungkin) ngomong dimana aja deh yang Kuro mau. Jujur gue gak nyadar ngomong apa karena otak gue Blank awal-awalnya.

Habis gitu gue minta disuapin Kuro dan dia melakukannya. Aaah~ Yappari, sensasi disuapin cowok ganteng emang beda O/////O <3

Kuro : Silahkan nona, aaaah~ *sambil nyodorin spaghetti ke mulut gue*
Gue: ………. *mangap menerima suapan kuro & bengong karena Kuro nyuapin gue kayak nyuapin anak TK*

Habis disuapin gue serasa dapat energy untuk gombal(?)!! ah mungkin karena Sylvain duduk di meja yang ada di depan gue dan dia baru saja mengantarkan Ratih yang akhirnya datang juga. Dasar tukang telat! #uncalRatih

Gue langsung menatap mata Kuro dengan tajam, dan gue baru nyadar kalo Kuro radak gemeteran dan sesekali memalingkan bola matanya dari wajah gue. Apakah dia Nervous? Ato dia gak mau liat muka gue?

Tiba-tiba Kuro menanyakan soal SURVEY, Yah SURVEY sodara-sodara, ke gue. Survey mengenai tempat Butler Café apakah setuju kalau diadakan di café Agojas terus menerus? Maksudnya tiap Event tempatnya takkan berpindah-pindah. Dan gue jawab seadanya aja karena gue Shock kenapa dia malah ngomongin soal Survey.

Apakah dia saking Nervousnya jadi keceplosan soal Survey, ataukah dia merasa muka gue mirip sama petugas sensus penduduk yang hobbynya bikin Survey? Entahlah. *masih shock*

Selaen itu si Kuro masih sempet-sempetnya pamer(?) klo Cafe itu punya-nya Madam yang punya Butler Cafe. si Madam sukses juga punya cafe segala dari jualan lelaki tampan. #Ambigu

Gue lalu mengalihkan pembicaraan akan Survey ini dengan nanya Hobbynya Kuro apa.
Me : Kuro Hobbynya apa?
Kuro: Hobby saya? Hmm.. *mikir*
Me: Jangan bilang ngerayu cewek? *lirik bejad Kuro*
Kuro: ah, itu mungkin cuman Hobby sampingan(?) saja nona, Hobby utama saya mungkin nge-game.

Yah, Kuro bilang merayu cewek adalah salah satu Hobby-nya meski bukan hobby Utama-nya. Oke Kuro, untung gue sabar dan gak cemburuan, klo gak udah gue tabok dirimu bilang gitu di muka gue sebagai Ojousama-mu selama 45 menit. #Extreme

Gue gak akan cerita kehebohan Ratih yang heboh oleh keintiman(?) Sylvain padanya. Dia kayak orang kesurupan hanya karena Sylvain duduk dekat dengannya. Biasa aja dong nyet (ratih), gue udah peluk-pelukan sama Sylvain aja biasa tuh. *kibas bulu mata anti badai*

Meskipun dari segi pelayanan dan tempat memuaskan tapi ada 1 hal yang bikin Butler Café kemaren itu nyebelin. Hal ini bukan cuman gue yang complain, tapi hamper semua Ojousama yang datang hari itu.

FOTO SESSION.!

Yap! Foto session yang dilakukan ketika ada Ojousama mendapatkan endingnya, yang mana good ending dan sebagainya itu, mengharuskan semua Butler untuk berfoto bersama dia. Yang nyebelinnya adalah, bagi Ojousama lain yang sedang dilayani Butler pilihan mereka harus merelakan Butler mereka “Dipinjam” untuk berfoto.

Kenapa hal ini nyebelin? Ya bayangkan aja, sebagai contoh apa yang terjadi ke gue kemaren itu. Waktu gue lagi seru-serunya ngobrol ngalor ngidul sama Kuro, dia dipinjam untuk foto lalu dia ninggalin gue untuk beberapa saat kemudian. Lalu waktu dia udah kembali duduk samping gue, gak sampek 5 menit kemudian dia dipinjam lagi untuk foto.

Kata-kata yang keluar dari mulut Kuro setiap kali kembali dari foto session itu. “Maaf, tadi sampai mana ya perbicaraan kita nona?

Enak gak kalau tiap kali ditinggal dan dibiarkan sendiri lalu begitu balik Butler yang melayani lupa akan (Pembiacaraan) kita? Dan lagi hal itu menjadikan gue (dan ojousama lain) merasa waktu mereka menjadi terpotong dan menjadi kurang nyaman.

Dan ada lagi yang mengecewakan buat gue. Ya hal ini cuman buat gue sih. Masalah KURO secara Pribadi.

Di Fanpage disebutkan kalo ada yang “Berbeda” dengan Kuro, Kuro yang memakai kacamata dan tidak memiliki sesuatu yang Berbeda. Dan ojousama yang minta dilayani oleh dia dianjurkan untuk membuat Kuro melepaskan kacamatanya. Gue otomatis penasaran berat akan Teaser ini.

Ini teaser di Fanpage akan "Perubahan" Kuro yang ternyata tak terjadi -_-

Awalnya gue mau pake cara preman untuk melepas kacamata si Kuro. Tabok Kuro lalu lepas kacamatanya. Tapi gue kasian habis liat muka gantengnya jadi gue putuskan untuk OOC dikit dari sifat asli gue dan memakai jurus (SOK) Imut. #brb Muntah dulu.

Me : Kuro, boleh dibuka kacamata-nya? :)
Kuro : em.. *naikin kacamata pake jarinya* maaf nona tidak bisa, saya sedang tidak fit, sedang tidak enak badan.

[ APA HUBUNGANNYA GAK ENAK BADAN SAMA BUKA KACAMATA KUROOOHHH!!! (dalem hati) ]

Me: Ayo dong dibuka, sebentaaaar aja *sok imut sampek gue yakin Kuro pengen muntah*

Dan setelah gue berusaha mengeluarkan aura ke-MOE-an gue dan gagal total, akhirnya Kuro mau juga buka kacamatanya. Setelah dibuka kacamatanya dan diletakkan di atas meja gue menunggu apa yang akan terjadi.

1 menit..

2 menit..

Sekian menit kemudian..

GAK ADA YANG TERJADI TUH!!! APA-APAAN INI!!!

Gue cuman bisa bengong karena sama sekali gak ada yang berubah sama tingkah laku Kuro.! Gue pikir begitu kacamatanya dibuka dia akan langsung nari ala Trio Macan pake Backsound Kucing Garong ato apa gitu, nyatanya dia gak berubah tuh. Biasa aja, duduk kalem sambil menatap mata gue.

Oke, apa itu termasuk perubahan Kuro? Tapi waktu dia pake kacamata dia juga menatap mata gue meski gak Intens(?). ah tapi emang Kuro ganteng kok, dan gue jadi bisa ngeliat langsung mata dia tanpa dihalangi kacamatanya.

“Kuro jadi keliatan makin ganteng, aku jadi bisa ngeliat langsung mata kuro tanpa ada kacamata yang menghalangi. Kacamatanya di lepas aja yak ;)” Jurus Ikat si Beruang dalam ngegombal(?).

Oya, gue juga menyuruh Kuro untuk Merayu gue seperti Sylvain, tapi dia dengan sopan bilang “eum.. saya belum bisa nona, belum bisa Seahli(?) Sylvain” entah apa itu maksudnya.

Akhirnya gue putusin untuk ngerayu dia aja, tapi belom juga gue sempet melanjutkan rayuan gue ke Kuro, iya gue udah mulai luwes ngerayunya disini, eh si Kuro udah dipinjem lagi buat foto. #FlipHaru(?)

Habis foto itu Kuro pindah duduk di sebelah kiri gue, awalnya di sebelah kanan, dan lalu mulai melanjutkan obrolan ngalor ngidul. Mulai dari Kuro suka karakter Neko di K-Project karena dia seksi, dan dia ngerasa Karakter Saruhiko (di Freak tapi ganteng) di K-Project itu cocok buat ngegambarin karakter Kuro yang “Agak Liar” gitu katae hari itu padahal menurut gue dia kurang liar. Graaaw.!

Salah satu pengurus café member tahu bahwa waktu gue bersama kuro tinggal 10 menit lagi. Cih, cepet banget waktu berlalu. Tapi mungkin bagi Kuro dia juga kesel namun karena waktu gue gak selesai-selesai. Mungkin juga Kuro mengutuk gue karena ambil paket yang 45 menit bukan yang 30 menit. Maaf yak Kuro :v

Si Ratih sudah selesai waktunya dan Sylvain mengantarkan dia keluar. Lalu tiba-tiba Sylvain sudah berdiri si samping meja gue dan sontak bikin gue (dan Kuro mungkin) kaget.

“Nona, masih adakah sedikit ruang di hati nona Ikat untuk Sylvain?” *sambil sedikit membungkukkan badan.

“Maaf Sylvain, hari ini hatiku sudah dipenuhi oleh Kuro.”

“Tapi meskipun begitu, apakah saya boleh duduk di samping nona untuk ikut menemani nona?”

“Ah, kalau Kuro tidak keberatan. *noleh ke Kuro* boleh tidak Kuro?”

…… *pause sebentar* “Yeah, Join me.” –Kuro sok inggris-

Yak, karena itulah 10 menit terakhir gue dilayani oleh Kuro (disebelah kiri gue) dan Sylvain (disebelah kanan gue). Lalu gue menyadari ada 2 ojousama yang melirik tajam ke arah meja gue. Ah, maafkan saya Ojousama, mungkin daya tarik badan saya yang BOHAY ini tak bisa lepas dari pandangan Sylvain. #HidupBOHAY

Dengan datengnya Sylvain, suasana di meja jadi semakin meriah. Kuro-pun sudah tidak se-nervous sebelumnya. Sasuga Sylvain, the Cassanova.

Percakapan dalam 10 menit itu banyak banget. Mulai dari Sylvain mengomentari penampilanku yang dominan ungu, membahas arti warna ungu, hingga curhatanku soal ingin punya wajah cantik.

Sylvain : Nona, mungkin untuk main-main boleh mencari wajah cantik, tapi untuk serius tentu kami para pria lebih melihat hatinya.
Me : *mau jawab*
Sylvain: Dan uangnya tentunya nona.

*pause bentar* 

Me: Iya, kita tak boleh munak yah.  Apa-apa perlu duit. Ke Butler café juga perlu duit.
Sylvain: Benar sekali nona.!
Kuro: *angguk2*

Ato soal percakapan soal konsep Kuro.

Sylvain: Kuro ini sebenernya konsepnya agak liar gimana gitu nona.
Me: Iya, kelihatan kok dari bajunya yang agak terbuka.
Kuro: kalau Sylvain nona?
Me: dia mah rajanya liar.
Sylvain: Tentu.! Mau lebih saya buka baju saya nona? *buka kancing ketiga bajunya*
Me: TIDAAAK!!! JANGAN!! *pura2 malu* Jangan sekarang!! #loh.

Yah begitulah, jadi pembicaraan seru mulai berlanjut. Dan mendadak Sylvain mengambil Tissue lalu mengelap dahi gue yang keringten. “Nona, nona keringetan lho..” *melap dahi gue dengan Mesra(?). –ada saksi mata waktu kejadian ini- #abaikan

Lucunya lagi waktu gue ambil Tissue dan melap meja yang basah, Sylvain dan Kuro langsung kaget dan mengambil tissue dari tangan gue.

Sylvain: Nona!! Nona tidak boleh melap meja sendiri. Nona tidak boleh melakukan itu.
Kuro: Nona disini dilarang melakukan hal yang seharusnya kami lakukan.
Me: Sudahlah kalian. Saya ini Ojousama yang Keibuan. Semua bisa saya lakuin sendiri. Nyuci sendiri, apapun sendiri. -_-
Sylvain: Kayak lagu ya nona?
Me: iya, caca handika yang nyanyi.

*kami pun Ketawa terbahak-bahak*

Me: tadi juga aku ngelapin tangannya Kuro yang kena saos kok. *nyantai*
Sylvain: Jadi gitu Nona? Kuro nona lap-in saya enggak?
Me: Ya udah, sini aku lap-in. *ambil tissue dan lap pipinya Sylvain dengan mesra(?)*

Ato percakapan soal sikap gue?

Me: Sebenernya aku ini kaku klo ngomong sama orang yg baru pertama kali ketemu, tapi habis beberapa saat.
Sylvain: Langsung MELEDAK ya nona?
Me: gitu lah, langsung deh abstraknya keliatan.
Sylvain: Tak apa nona, Karya seni Abstrak itu mahal lho harganya.
Kuro: Iya nona, Mahal. *kuro yg cuman bisa nimpali doang dari tadi*
Sebenernya mungkin apa yang gue lakuin di Butler Café untuk beberapa orang akan dianggap “Gak Guna” tapi bagi gue, 45 menit yang gue lewatkan di situ adalah kenangan yang gak bisa diganti oleh apapaun. Apalagi selama ini jarang orang menganggep gue “CEWEK” dan hamper tak pernah memperlakukan gue seperti layaknya seorang cewek.

Tapi di Serviteur Butler Café gue merasa Istimewa. Para Butler dan pengurusnya bener-bener memperlakukan gue layaknya seorang perempuan sejati. Ada kata-kata dari Sylvain & Kuro yang bikin gue terharu.

“Disini, nona bukanlah seorang perempuan biasa, tapi nona adalah OJOUSAMA kami yang akan kami layani sepenuh hati”

"Nona adalah Ojousama kami yang berharga" (ntah berapa harga yang dimaksud)

Gue serasa pengen nangis aja. Gue bener-bener terharu. Meski ucapan mereka karena kewajiban mereka sebagai butler, tapi dengan muka dibawah rata-rata kayak gue, gue bisa merasa diistimewakan. Walau hanya untuk 45 menit di dalam Butler Café itu, tapi itu udah lebih dari cukup buat gue.

Perjalanan gue di Wonderland berakhir dengan berfoto dengan semua Butler dan lalu berfoto kembali dengan Kuro & Sylvain yang mencium tangan gue sambil berlutut di samping gue. Lalu mereka berdua menggandeng gue ke tempat gue mengambil merchandise Butler Café gue.

AAAH~ GUE BAHAGIA BANGET!!

Terima kasih Segenap Staff & Butler di Serviteur Butler Café, especially Kuro & Sylvain. I was really enjoying myself. And I am 100% waiting for your next event. ^^~

Regard,
Ikat Rina
(Your Loyal Ojousama)

PS: NEXT EVENT!! AKU AKAN KEMBALI KE DALAM PELUKANMU SYLVAIN-KUN!!!! #CipokJemek(?)



[Credit utk foto2: Serviteur Butler Cafe]