Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

Friday, April 17, 2015

[Review Novel] I think I'm in Love again by Daisy Ann

   Yap, ini bukan hal biasa gue lakuin. Nulis review buku. Tapi berhubung ini buku temen gue, Daisy Ann, gue akan kasih review deh. Gue udah jadi temen yang gak baik karena udah dikasih novel dia gratis, nulis review aja gak. Jadi inilah review seadanya dari buku yang seharusnya udah gue review sejak tahun 2013. #ditabok

a novel by Daisy Ann
 
   Judul Novel  : I think I am in Love (Again)
   Penulis      : Daisy Ann
   Penerbit     : Media Pressindo
   Tahun terbit : 2013
   Tebal        : 240 Halaman
   
   Novel ini menceritakan soal hubungan dari Aditya (tokoh utama pria) dan tetangganya, Sarah. Tenang sodara-sodara, ini bukan kisah cinta yang seperti kebanyakan di novel-novel berjudul cheesy seperti diatas, ini lebih kompleks. (Bahasa gue kompleks. pret).

   Gue pikir awalnya gue dikasih novel ini sama Daisy Ann, bakalan berisi soal percintaan dari Aditya dengan Sarah. Karena dia sendiri sudah mewanti-wanti gue (yang memang dikenal gak suka dengan cerita cinta dan tetekbengeknya), kalau ini drama banget. Ladalah, otomatis gue udah membayangkan cerita macam sinetron di tipi-tipi lengkap dengan melotot tokoh antagonisnya.

   Namun ternyata gue salah.

   Novel ini bukan menceritakan bagaimana kisah cinta Aditya dengan Sarah, namun justru lebih kepada bagaimana seorang wanita bersuami bisa merasuki pikiran seorang pria yang -syukurlah- masih bisa berpikir waras(?). Yah, karakter Sarah ini adalah seorang wanita bersuami - bernama nanda, yang tanpa sadar masuk dalam kehidupan Aditya (dan juga adeknya, Ariana).

   Awal hubungan dari Aditya ini dimulai ketika dia mendengar suara tangisan di balik dinding kamarnya yang ternyata berdempetan dengan kamar Sarah, tetangganya itu. Meski Aditya bukan orang yang kepo tapi ketika dia mendengar suara isakan dari sebrang kamarnya, mau tidak mau dia jadi berandai-andai apa yang membuat tetangganya itu menangis setiap kali hujan turun.

   Hujan.
   Mungin ini cuaca yang paling sering muncul dalam novel ini, sampai gue yang baca selalu ngerasa dingin dan suram. Jadi bisa ngerasain gimana nyeseknya kehidupan para tokoh. Hidup Sarah yang selalu membayangkan betapa bahagianya kehidupan berumah tangga namun ternyata justru sebliknya, dan kehidupan Aditya yang terlihat sempurna namun dia dan adiknya juga menyimpan kesedihan karena harus hidup berdua sejak kecil setelah kematian kedua orang tua mereka (dan juga soal hubungannya dengan beberapa wanita yang gak bisa serius #tabokAdit.

   Hubungan antar tokoh bisa dideskripsikan dengan baik oleh Penulis hingga pembaca (gue) baru sadar bahwa Aditya, Sarah dan Ariana baru 'dekat' sebagai tetangga tidak lebih dari 1 bulan. Gue bisa merasakan bagaimana development perasaan antar tokoh. Bagaimana perasaan Sarah dan Aditya mulai bertautan, namun pada akhirnya mereka tetap bisa mengingat dimana posisi mereka berada. Sarah sebagai Istri Nanda dan Aditya sebagai tetangga Sarah. Tidak lebih.

   Konflik dalam novel juga diceritakan dengan apik.
   Well, gue bahkan merinding tiap kali nama 'Nanda' dalam novel muncul. Suami Sarah yang diceritakan sebagai type possessive terhadap Sarah hingga bisa melakukan apapun. Termasuk mencurigai dan menuduh Sarah berselingkuh dengan Aditya.

   Gue membaca buku ini dalam sehari, artinya buku ini SANGAT MENARIK.! (Inget, gue orangnya mudah bosen dan kalau gue membaca novel sampai taman itu berarti bukunya menarik -menurut gue pribadi). Dan gue sangat merekomendasikan bagi semua yang suka baca buku dan baca blog ini (PD banget ada yang baca) buat baca novel by Daisy Ann ini. Dijamin ndak akan berhenti baca sampai akhir. (soalnya gue juga jadi begadang saking penasarannya sama ending cerita novel ini :') *ngantuk di kantor sebagai akibatnya*.)

   Kekurangan dari novel ini mungkin adalah Judul yang menurut gue kurang menggambarkan cerita keseluruhan. Oh dan soal tokoh Dana yang kurang digambarkan lagi. Padahal dia ganteng banget. #eh #abaikan

   Buku ini masih bisa didapatkan di toko-toko buku kesayangan anda kok(?). So Buruan beli dan baca yah ;D *Promosi sekenanya* #Dibunuh

PS: Gue punya novel-novel dari Daisy Ann yang lainnya, sudah gue baca tapi belom (juga) gue tulis reviewnya. Mungkin akan gue tulis juga di blog ini. Haha xD

    Sekian.(?)

Monday, December 15, 2014

[17 tahun keatas] Review Chocodays 2014 Day 3 – warning, banyak bahasa alien di dalamnya.



  Okeh, jadi setelah berabad-abad ndak nulis jurnal, diriku muncul lagi untuk nyapu debu di blog ini. *ambil sapu*



  Kali ini gue akan mengeluarkan segenap unek-unek dan kekecewaan di dalam sanu bari gue tentang Event terbesar di Surabaya untuk penggemar jepang, Chocodays.



  Yeah, ini adalah event dengan HTM FREE (Asoy dah gretong bo’) yang bisa kalian nikmati dan rasakan tiap tahun menjelang akhir tahun di Surabaya. Kece badai lha, jarang-jarang lha ada event gede gretong gak pake duit. Mana taun ini ada guest dari Luar Negeri pisan, coser Sara-Tousa Bao. Ehem165cmehem. #ditabokSara



  Oke, langsung yah ceritanya.

 

  Kemarin, 14 Desember 2014, Day 3 of Chocodays, perjalanan gue, icha markocha, Rima Orange dan Resti (sobat gue yang dicurigai menderita Sadism di dalam dirinya) bersiap untuk menghadiri event Chocodays ini di Ciputra World sejak jam 9 pagi. Menjelang jam 10 pagi kami pun berangkat dengan hati riang gembira.



  Lagu di mobil sengaja di setel OST dari serial homoh terfavorit saat ini, Love Sick the Series (Thailand) karena kebetulan, kami berempat menyukai serial ini. Dalam perjalanan sempat hujan di tengah jalan tol menuju lokasi. Diiringi lagu yang dinyanyikan salah satu Cast serial ini, Chonlathorn Kongyingyong a.k.a Captain berjudul Khong Rong (Please), kami melaju di tengah hujan sambil mendesah-desah najong karena sakit di dada dengan lirik lagunya.



  Setelah repeat ke-4 dari lagu Kong Rhong tersebut diatas, hujan pun berhenti dan kami melanjutkan dengan next track di playlist di mobil. Ketika sudah mendekati daerah Dukuh kupang, ada seonggok mobil berjalan pelan di depan mobil kami. Yah secara gue, Ikatrina a.k.a beyonce ini pengendara yang baik, gue pun ndak menyalip mobil itu dan memutuskan sabar melaju pelan di belakang mobil itu.



  Tiba-tiba kaca depan sebelah kiri mobil itu terbuka dan 2 lembar tissue –dicurigai mengandung Umbel alias ingus- terbang ke arah kaca depan mobil kami. Kami pun sukses misuh-misuh di mobil karena kaget dan jijik.



  L 1926 QV, we’ll remember you. Ingat, L 1926 QV, fortuner warna silver, kami mengingatmu. Suatu saat, kami melihatmu, saat itu akan menjadi saat dimana kaca depanmu akan penuh umbel –dari tissue yang akan kami buang ke kamu. #dendam *laporin ke suara surabanya dengan tuduhan buang sampah di Tol dan buang Umbel sembarangan*



  Okelah, lanjut.

  Kami pun sampai ke Ciputra World Mall. Day 2 kami parkir diluar karena kami datang pagi maka parkiran luar masih kosong, sementara Day 3 kami datang jam setengah 11 dan parkir sudah penuh jadi kami memutuskan parkir di Basement. Kami adalah para gadis belia yang beriman(?) makanya langsung nemu parkiran, tak seperti teman kami, Hi Day yang harus sampai berjam-jam baru menemukan parkir, itu pun di karaoke sebelah Ciputra World (selanjutnya disebut CW). Lalu helmnya dicuri orang ketika pulang. Kamu perlu menambah keimanan dan amal perbuatanmu Hi day. #eh



  Sedikit tambahan, karena saking galaunya helm kesayangannya hilang, saudara Hi Day sampai membuat puisi. Berikut isi dari puisi beliau :

Oh helm yg kau yg ntah skrg berada disana..
semoga kau tetap mengingatku disini yg selalu mengingatmu dan kenangan di antarkita berdua mengitari dr jawa tengah sampai bnyk daerah jawa timur
dari pantai hingga ke puncak gunung..
jasa jasa mu akan kukenang, yang menemaniku kapanpun aku mau..
yg bahkan menemaniku saat tak seorangpun ingin menemaniku..
biarlah aku sendiri disini tanpamu, walaupun aku tadinya masih bs bergerak berpuluh puluh kilometer per jam namun hati ini tak bisa bergerak satu centipun darimu
- Hi Day, 14 Desember 2014, Facebook, Indonesia.


  Lanjut yah,

  Ketika sampai ke lokasi, kami menuju tempat ganti cosplayer yang sudah di sediakan panitia. Duh cinta deh sama system barunya Chocodays yang lebih terorganisir ini. <3



  Rima memutuskan untk segera memakai Makeup untuk cosplay, di tempat yang ada Yuuchan dan Madam (teman dari Jogja). Mas panitianya dengan sopan memberitahu kami untuk makeup agak kepinggir takut mengganggu jalan pengunjung mall lainnya. Dandan di luar ruang makeup karena ruang makeupnya masih penuh sesak dengan para cosplayer lain.



  Sementara Rima dandan, gue mencari Nagisa, temen dari Purwokerto yang nitip nasi krawu khas Gresik ke gue. Karena si Nagisa ini mungil dan unyu banget, gue sukses ndak nemu sosoknya, dan lalu gue pun balik ke tempat Rima dandan.



  Beberapa saat kemudian, gue pun kembali melanglang buana di lokasi event meninggalkan Rima, icha markocha dan Resti. Kali ini mencari keberadaan mas Sara – Tousa Bao, Guest Star event kali ini. Gue bawain hadiah dari temen di Pontianak soalnya, dan juga bawain nasi krawu untuk dia. Yah gue pikir skalian lha memperkenalkan makanan Khas Gresik ke orang Singapore. #ngakaks



  Mas Sara-nya belom dateng. Gue kecewa dan lalu kebelet pipis. (?)



  Abis pipis di toilet LG deket stage, gue berniat kembali ke tempat Rima cs untuk dandan juga. Hari itu gue akan cosplay karakter Kevin Cecil dari anime Makai Ouji bersama 6 orang lainnya. Meski grup belom ada yang dateng, gue piker gue dandan aja sambil nunggu. Dalam perjalanan ke tempat dandan gue ngeliat Icha markocha dan Resti jalan sambil menenteng kostumku dan rima.



  “Diusir kak dari tempat tadi, akhirnya mbak rima masuk ke dalem (tempat makeup yang sudah disediakan)”



   Ha? Diusir?

  Gue mulai berpikir Resti dan Icha mulai kebanyakan nonton Sinetron. Masak di usir, macam anak tiri aja diusir emak tirinya -__-“



  Lalu ketika ngobrol itu gue inget, HP GUE KETINGGALAN DI TOILET!!!



  Gue lari dengan kecepatan siput dengan badan gue yang overdose lemak ini, lalu sambil terengah-engah nungguin stall toilet tempat gue vivis tadi. Dicurigai mau ngintip orang yang dalem toilet, mbak-mbak yang nungguin toilet bilang kalau mau pipis masih ada stall kosong dan gue bilang gue nungguin orang yang di stall depan gue karena HP ketinggalan di dalem.



  Mbaknya nyuruh gue ke security mall soalnya dia udah ngasih HPnya ke sekuriti. Okelah gue pun lari dengan badan 100kg gue, dan dengan terengah-engah sampai ke tempat yang di sebut SOS. Gue piker awalnya grup lawak, ternyata tempat minta pertolongan darurat. Gue dianter sama salah seorang petugas ke security yang menyimpan HP gue. Sampai di sana gue di foto dengan mas satpam –yang menyerahkan hp gue, sebagai laporan katanya dan di data identitas gue. Gue curiga data gue nantinya akan di serahkan pada petugas RSJ terdekat buat di karantina berhubung muka gue udah gak berupa manusia waras lagi.



  Lega HP sudah di tangan, gue pun menuju koridor deket toilet lantai LG dan mendapati Icha di sana sedang minum teh Tungji sambil tetep megangin kostum gue. Gue tanya katanya Rima dan Resti sedang ganti kostum di DAPUR OB deket toilet.



  Leh. Ganti baju kok di Dapur OB.

  Ternyata ganti baju di Toilet pun diusir, padahal awalnya mas-mas panitia yang pake batik depan ruang ganti cosplayer itu bilang untuk coser cewek bisa ganti di toilet tapi ndak boleh makeupan. Yah emang ganggu sih yang makeupan di toilet soalnya kan orang mau make toiletnya tapi toiletnya penuh ama mbak mbak dandan ala lenong sampek susah jalan ke stall-stall.



  Okelah, terus mas-mas yang ngusir ganti baju itu nyuruh coser cewek ganti dimana dong kalau di tempat ganti cosplayer penuh cowok dan di toilet diusir? Gue bengong.



  Disini mungkin sudah saatnya gue menceritakan sesosok makhluk melegenda di Chocodays day 3. Mas-mas berkaos putih, memakai Jeans, berkacamata dan pakai topi snapback(?), kurus tinggi langsing pokoknya. Kita sebut aja namanya Mas-mas Kaos putih bersnapback. #panjang



  Mas-mas ini sepertinya ditugaskan untuk menjaga keamanan toilet cewek lantai LG oleh panitia Chocodays. Dengan sabar dan teladan dia memperingati coser yang masih aja mbandel mau dandan di toilet. Yah bukannya gimana, emang mau dandan dimana dong kalau dimana-mana diusir? Dan emang yang masuk ke toilet bukan hanya 1-2 coser tapi beratus-ratus coser cewek. (gantian).



  Lama-kelamaan, sepertinya mas-mas kaos putih bersnapback ini mulai kerasukan setan. Gue sih gak begitu ngerti gimana kerasukannya soalnya gue sibuk nyariin nagisa dan Sara buat ngasih nasi krawu(?), begitu balik si mas-mas kaos putih bersnapback ini udah kerasukan aja.



  “AYO COSPLAYER DANDANNYA DI TEMPAT GANTI COSPLAYER YANG UDAH DISEDIAN AJA!”



  “GAK BOLEH GANTI DISINI, GANTINYA DI TOILET KARYAWAN DEKET PINTU KELUAR AJA.!”



  “PUNGUT SEMUA SAMPAHNYA JANGAN SAMPAI ADA BEKAS MAKEUP DI LANTAI.! TOLEH KIRI KANAN CARI SAMPAH MESKI BUKAN SAMPAHNYA SENDIRI DI PUNGUT!”



  And the bre

  And the bro

  Pake bra.



  Masih banyak lagi yang lain yang gue yakin itu suara mas-mas kaos putih bersnapback abis abis event. Kasian.(?)



  Gue pun akhirnya memutuskan dandan ke tempat ganti cosplayer yang disebut diatas. Belum sampai gue masuk, leh udah dicegat ama mas-mas panitia berbaju tentara.



  “Mbak tolong gak usah masuk kalau bukan cosplayer, bikin sesak di dalam.”



  Gue diem.

  Okeh, badan gue emang overdose, tapi kan sakit banget gila diomongin bikin sesak ruangan….. #menahanairmata



  Terus gue masuk aja wong gue emang niatnya dandan, kan kata mas-mas kaos putih bersnapback disuruh kesitu. Leh di dalem gue di cegat lagi sama salah satu panitia.



  “Peserta cosplay mbak?”

  “Bukan mas.” – yah secara gue Cuma mau costreet aja bukan peserta lomba.

  “Kalau gitu keluar mbak, sesak disini.”



  ..... *sukses nangis keluar ruangan*


  Kejam lha kalian mas-mas panitia, iya gue gembrot tapi kan bisa ndak bilang bikin sesak. Masih banyak ruangan sisa untuk nyempil bahkan untuk orang segembrot gue kok…

*Sedih lagi ngingetnya*


  Dan mas-mas pake baju tentara, badanmu juga gak kalah gembrot dari gue, tau gak sih mas? Perlu kaca yah? Aku dendam lho mas, dendam.! Aku nangis tau gak sih mas! Yang bikin sesak ruangan itu kamu sendiri yang duduk di pintu masuk mas! Stress.! *murka*



  Ya sudahlah yah, akhirnya gue balik ke koridor toilet lantai LG lagi.

  Icha Markocha masih setia berdiri di sono menunggu Rima yang ganti kostumnya bagaikan seabad lamanya di Dapur OB.



  Gue pun curhat kalau diusir dari ruangan ganti cosplayer dengan nistanya ke icha dan icha nyuruh gue dandan di koridor itu aja.



  Setelah gue perhatikan, emang udah banyak coser yang udah duduk manis di bawah tulisan “DILARANG DUDUK DISINI!”. Dasar Indonesia, begitu dilarang langsung dilakukan.



  Gue ragu soalnya kan takut di marahi, tapi mas-mas kaos putih bersnapback itu gak ngamuk ternyata. Cuma merhatiin anak-anak yang dandan di koridor.



  “Oh, boleh ternyata. Okelah” Pikir gue.



  Terus gue dandan. Beberapa saat gue mulai pakai Eyeliner. Eh belom kelar eyeliner 1 mata, udah ada bisikan syaiton nirrojim lagi.



  “BERDIRI SEMUANYA! GAK BOLEH DUDUK DISINI.” Mas-mas kaos putih bersnapback yang mulai kerasukan kembali.



  “Maaf yah, tolong jangan dandan disini ya semuanya. Maaf banget tolong berdiri yah, dandannya di tempat cosplayer aja yah..” Mas-mas baik hati yang nemenin Sara di day2 dan pas Day3 make kaos ijo. <3 #Panjang



  Eh disaat keributan ini, si Rima dan Resti malah dengan santainya keluar dari Dapur OB dan kepergok sama mas-mas kaos putih bersnapback. Mereka tanpa rasa bersalah keluar dan berjalan ke arah gue dan icha meninggalkan mas-mas kaos putih bersnapback yang kaget ada makhluk keluar dari ruangan kecil yang dibuat jadi dapur OB.



  Tapi karena itu pula akhirnya si mas-mas kesurupan itu bilang boleh ganti disitu. Akhirnya gue masuk aja sebelum penuh tempatnya. Dan sukses lha gue dandan dan ganti baju di dalam situ bersama Ujie dan beberapa coser lain. *modal malu ganti di depan orang yang gue yakin sekarang matanya bintiten ngeliatin lemak body gue* #kasian #heh



  Setelah dandan, dan rima rebut nyariin makeupnya yang dia titipin ke temen di ruang ganti cosplayer, kami naruh barang ke mobil. Karena : RUANG GANTI COSPLAYER BUKAN TEMPAT PENITIPAN BARANG TAPI UNTUK GANTI. (Ini yang kurang dipahami sama coser Indonesia sepertinya)



  Gue dan rima Cuma bawa dompet dan HP sementara lainnya di taruh mobil. Jadi enak jalan-jalannya.



  Eh ndak juga sih, gue bawa 4 kotak nasi krawu dan hadiah buat Sara Tousa-Bao yang lumayan berat. Ribet. Untung ada Icha Markocha dan Resti yang bantuin bawa <3 <3 #Tjipok



  Lalu mulai lha gue dan Rima (yang masing-masing pake sol 8 cm dan heels 10cm) di area event.



  Berhubung ini event FREE HTM dan orang Indonesia emang suka banget sama gratisan, maka arena event penuh manusia. Dan disini maksud gue PENUH SESAK dengan manusa –bukan karena badan gue lho yah. Kampret. *masih sebel*



  Gue nyariin Nagisa dan Sara gak ketemu-ketemu. Kevarat lha, berat banget bawaan gue. Tapi untunglah Nagisa berhasil menemukan gue duluan, soalnya badan dia kecil jadi nyari di tengah ribuan manusia bagaikan nyari Shah Rukh Khan di gerombolah artis bollywood. #ganyambung #biarin



  Agak ringan setelah 2 kotak nasi di bawa Nagisa, tapi masih sisa 3 kotak lagi yang menjadi beban bawaan. Setelah keliling sambil badan beban badan dan kotak nasi juga hadiahnya Sara, gue kecapean dan kakinya Rima lecet semua. Sementara para grup cosplay kami pun menghilang bagai telan bumi.



  Ah, lebih tepatnya mereka sepertinya lupa kalau lagi GRUP COSPLAY.



  Setelah menunggu berjam-jam, datanglah Hi Day (yang kejebak di parkiran sampai berjam-jam) dan Marin yang dengan susah payah datang meninggalkan sisa member lain saking udah sorenya.



  Yes, gue udah kelar dandan jam 11/11.30 dan jam 3 belum lengkap member cosplay gue. Grupnya Rima? Belom ada kabar, Alhamdulillah.



  Gue dan Rima pun ke toilet karena rima pengen vivis, gue menunggu di koridor depan toilet dan meletakkan nasi beserta hadiah sara di lantai soalnya berat.



  “TOLONG JANGAN STAN BY(?) DISINI.!”

  “Lagi nungguin temen PIPIS di Toilet Mas!”

  “Oh, oke…” *pergi*



  Tulisannya di tembok dilarang duduk bukan berdiri nungguin temen pipis kok masih aja kena marah. Semencemarkan itukah muka dan badan gue bahkan berdiri nyender tembok di koridor aja diusir ;;____;; *sakit hati*



  Gue dan Rima pun melampiaskan kekesalan dengan makan es krim berdua sambil duduk. *Alibi padahal nyari tempat duduk* lalu lanjut nyari sepatu flat buat Rima yang kakinya mulai lecet pake heels 10 cm dari pagi sampek sore. o<<



  Yah gue males mau ngelanjutin ke semua kejadian menyebalkan di Day3 Chocodays 2014 ini. Terlalu banyak. Yang bisa gue simpulkan disini sebenernya bukan panitianya nyebelin atau cosplayernya kampret dan sebagainya, disini factor utamanya adalah karena saking banyaknya pengunjung dan jadinya rebut semua.



  Secara panitianya juga dikit jadinya yah mereka jadi panic untuk ngatur begitu banyak orang. Makhlum gratis sih jadinya mental gratisan pada dateng dank arena emang ini event besar, wajar sih. Yang gak wajar ya venuenya yang kayaknya taun lalu udah banyak yang nyaranin untuk pindah lokasi tapi ternyata disitu lagi :’D



  Gak, gak semua panitianya kesurupan kok, Cuma beberapa. Buktinya mas-mas baik hati berbaju ijo day 2 dan day 3 masih aja malaikat banget. Duh mas, aku padamu <3 <3 #Fangirl



  Siapakah mas-mas malaikat berbaju ijo itu?

  Gue pun gak tau. #Desh

  Cuman waktu day 2 dia nemenin sara makan siang di food court bersama Rin. Baiiiik banget pokoknya waktu itu, sampek pas acara Sign sama Sara juga baik dianya <3



  Pada akhirnya hadiah untuk bang Tousa-Bao berhasil gue serahkan walau gak yakin dia makan nasi krawu dan mangga yang gue bawain. Mungkin dibuang yah tapi tak apa aku seneng kok udah berhasil melaksanakan amanat dari temen yang nitip hadiah ke sara dan kasih makanan khas Gresik ke dia <3



  Dan pada akhirnya sisa grup cosplay gue dateng dengan santainya setelah gue nunggu 6 jam dan dengan tanpa merasa bersalah. Aaahahahahaha. Sudahlah gue capek. Capeeeeeekk :’)))) #nanges *akan diceritakan lain kali*



  Beberapa kesimpulan gue dan mungkin saran yah kalau emang menerima. Kalau ndak ya abaikan aja sih yah panitia dan lanjutkan perjuangan kalian ;’D #hush



  1. Secara keseluruhan eventnya jauh lebih baik dari taun sebelumnya,
  2. Pengunjungnya jauuuuh lebih banyak dari taun lalu, sampai berasa di Komiket katanya Marin dan keinget AFAID di benak gue. #Serius
  3. Panitianya udah oke banget, udah ada difisi masing-masing, ada yang stand by di meja informasi, ada yang ngurusin toilet sampei ruang ganti, Cuma kayaknya kurang koordinasi antara satu panitia dan yang lainnya.
  4. Beberapa mas panitia perlu di rukiyah terutama mas-mas baju putih, celana jeans, kacamata dan pake topi snapback yang jaga toilet lantai LG untuk ladies. Seriusan mas. *masih shock*
  5. Ruang ganti cosplayernya udah jauh lebih luar dari taun lalu, mungkin sampai 4x lipatnya tapi ya gitu, masih gelap dan wow sekali berasa di bawah tanah(?). buat yang matanya burem kayak gue sih pasti makeup udah jadi makeup lenong semua saking ancurnya di ruangan itu. Tapi udah disiapin aja udah Alhamdulillah.
  6. Mas-mas panitianya perlu di rukiyah, termasuk mas-mas gembrot yang perlu belajar untuk ngomong yang gak nyakitin kokoro gadis lemah lembut #pret kayak gue.
  7. Kayaknya lebih baik pindah tempat venue mengingat antusiasme pengunjung sangat besar demi kenyamanan bersama termasuk kenyamanan pengunjung asli(?) mall tempat event. Kalau gak gitu ya di adain HTM aja deh, daripada rebut kayak kemaren.
  8. Untuk cosplayer dan peserta dance cover dkk yang menggunakan ruang ganti cosplayer dan sekitarnya tolong yah sampahnya dipungut sendiri, gak usah lha pungutin sampah orang lain kayak mas-mas kaos putih bersnapback yang omongannya seolah nyuruh kita jadi OB, soalnya gue lihat waktu menjelang ending acara gue ke tempat itu buat nyantet mas gembrot yang bilang gue bikin sesak ruangan eh gue malah liat satpam mall nyapu sampah-sampah sejenis botol aqua sampai kaos kaki bekas. Mas satpam sampek curhat ke gue. Kasian tauk -_-
  9. Dan tolong lha benda berharga di bawa. Kalian ninggal benda berharga di ruangan yang untuk umum gitu sama aja ngasih pancing ke maling. Nanti kalian nyalahin panitia, lu kate panitia satpam pribadi badang bawaan lu pade kah? =_=
  10. Kayaknya gak usah ngundang guest dari Luar Negeri segala deh untuk taun depan, malah gak konsen untuk menikmati acara. Taun lalu gue piker para pengunjung lebih menikmati acara soalnya untuk fangirl macam gue perhatian gak terpecah ke guest dan acara di stage.
  11. STAGENYA KOK LEBIH KECIL DARI TAUN LALU?? Kasian yang perform dengan member banyak hampir jatuh gitu. 0<<
  12. Mas-mas panitia perlu di rukiyah sedikit, dan tolong di les-in bahasa yang baik serta sopan.
  13. INFORMASI DI PAGE KURANG BAGUS. Gue merasa di Tipu. Di Page katanya Cuma SIGNING gak ada FOTO BERSAMA, ternyata katanya ada sesi foto juga di hari ke-3 padahal gue udah Signing semua di Day 2 dan infonya gak ada di Page. Gue merasa di bodohi. Tau gitu kan gue signing day 3 aja. Iya toh? Rugi dong gue PO jauh-jauh hari =____=” *Sensitif soal idola seperti Wota fandom lain*
  14. TOUSA BAO KEREN! –teriak beberapa orang di Timeline dan BBM-
  15. Apa aku udah nulis soal panitia tolong di rukiyah?
  16. Saran dan kritik super pedas lain akan saya tulis kalau saya ingat kemudian. Terima kasih.
  17. Mohon maaf kalau di tulisan ini banyak menyinggung karena saya juga tersinggung kemarin itu di usir bagai anak tiri dan di ejek orang gembrot yang sama dengan saya.
  18. Terima kasih dan sampai jumpa di lain kesempatan dengan jurnal controversial bin nyari sensasi seperti ini.
  19. Maap, banyak Typo.







TTD




Ikatrina yang masih sedih dibilang ruangannya sesak walo banyak spot di dalem untuk dandan

Ikatrina yang sedih banget dibilang gembrot ama orang gembrot

Ikatrina yang curiga mobil L 1926 QV itu yang nyupir mas-mas kaos putih bersnapback.
Ikatrina cosplay sebagai Feny Rose.

Monday, February 25, 2013

My 1.5 hours Happily Ever After

First, gue gak yakin bisa memberikan Review yang bagus dikarenakan mood yang tidak mendukung. But, I’ll try my best.! #Yosh #SokInggris

Sylvain, as Prince Siegfried, Teaser. I Hope you'll get well soon Syl. <3
Untuk Event tanggal 24 Pebruari 2013 kemaren itu, gue benar-benar merasa seperti putri-putri dalam FAIRY TALE yang berusaha begitu keras untuk bertemu & dicintai pangeran Impiannya. Sesuai banget sama tema Serviteur hari itu yang mengambil Tema “In Dreamland” dimana para Butlernya berperan sebagai para pengeran dari negeri dongeng.


Sebenarnya, gue dan beberapa temen gue yang juga Fans Serviteur Phantom Butler cafe ini, pernah melakukan spekulasi mengenai apa tema SP berikutnya. Dan gue dengan yakinnya bilang bahwa tema SP berikutnya sepertinya bakal Fairy Tale dan para Ojousama akan menjadi Princess negeri dongeng. Sapa yang mengira bahwa tebakan gue bener. Sylvain bilang mungkin pikiran gue nyambung dengan manager mereka, tapi sylvain gak tau klo gue ini mengikat Janji dengan tetangganya Sebastian Michaelis alias Jin(?) dari dunia gaib. #apanya


Perjuangan gue dimulai dari gak bisanya Rima, Kirana, Suzu dan Ratih untuk datang ke Event dikarenakan hamil berjamaah berbagai sebab. Intinya gue hampir bisa dipastikan untuk datang ke Event sendirian. Oh God! Yang bener aja gue harus kayak orang sinting berdiri sendirian untuk menunggu giliran jam reservasi gue yang jam 5 sore ituh.!

Ah, harus diketahui gue langsung reservasi begitu daftar menu dan cara reservasi keluar. Seperti yang udah gue bilang di review gue sebelumnya, gue kembali ke pelukan kekasihkuh(?), Prince Sylvain tercinta.


Yap. Gue reservasi menu Full Course Sylvain.

Menu ini, intinya gue bisa bersama Sylvain selama 1.5 jam dan dengan makananlengkap mulai dari makanan pembuka, utama, minuman dan dessert. Diet gue pun udah gue prediksi gagal pada hari event dengan menu-menu tersebut. Hamdalah(?)..

Ketakutan gue buat kehilangan Sylvain bikin gue kalap dan langsung kirim PM ke Fanpage SP. Kekuatan cinta memang menakutkan. #kibasJilbab


Balik ke masalah awal.

Semua temen yang awalnya berencana untuk dateng ke Event gak bisa dateng. Duh, gue pun panik. Karena gue takut dong ya ntar gue jadi orang GJ yang akan langsung dikira tante-tante girang sedang nungguan giliran di layani cowok-cowok ganteng SP. Yah meski gak salah sih, secara gue emang tante-tante dari muka, umur sampek badan. -_-

Gue dan Icha
Sebagai Ojousama yang Loyal, meski gak ada yang bisa nemenin gue ke Event, gue tetep gak bisa (dan gak mau) batalin reservasi. Tapi gue tetep gak mau kesono sendirian, garing banget pasti nunggu sendirian dan pulang sendirian dari Event, makin jelas ke jablay-an gue ntar. #hiks


Akhirnya gue inget klo adek gue, si Icha markocha suka minum ocha itu, pengen banget dateng ke Butler cafe. Dulu dia pernah ngancem gue kalau gak diajak lain kali gue bakal dilaporin ke ayah biar langsung di kawinin sama cowok pilihan Ayah. Naudzubillah.. Kemaslahatan jiwa muda(?) gue terancam.!

Makanya kemaren gue ajak si Icha dan dia girang bukan main, sampai di tahap dimana dia bilang. “Aduh, aku ikut ya kakakku yang makin kurus dan makin cantik... *3*.” Fitnah banget dah (_ _”)


Selain sama adek gue ini, gue dateng bareng Ratih alias monyet. Emang awalnya dia gak mau dateng karena dia gak tau mau reservasi siapa, secara Sylvain udah gue reservasi. Tapi akhirnya dia tergoda juga untuk reservasi JAKE (bacanya Jack, jangan JA-KE kayak nyak gue dan adek gue lakukan), si Butler baru yang SUMPAH CAKEP CETAR MEMBAHANA BADAI BANDANG!!! =//////=b

Jake sebagai Prince Flynn Rider yang berambut Suoh Mikoto
Karena rencana udah Fix, gue bilang lah ke Supir gue, Mr. Unang berkunang-kunang untuk jemput gue dan adek jam 3 sore di rumah. Lalu ke Surabaya dan menjemput Ratih yang rumahnya di daerah Wonokromo ituh. Barulah nanti berangkat ke Lenmarc. Ribet tapi demi SP apapun akan kami lakukan. Dan Mr. Unang dengan mantap bilang sip.

Gue dan adek pun lega.


Esoknya, hari sabtu, gue memutuskan bikin coklat untuk para Butler. Bukan hanya karena ini Event sekalian merangkap Valentine event, ini karena gue dulu pernah bilang ke Butler Haru akan bikin coklat buat dia klo evennya di bulan Pebruari. Akhirnya gue ngesot ke depan rumah untuk beli coklat ke toko yang jual bahan-bahan bikin kue. Dan mulai deh eksperimen gue dan adek gue untuk bikin coklat untuk pertama kalinya.

Bukti gue bikin sendiri Coklat yang gue kasih kemaren ;__;

Ho-oh, ini pertama kalinya gue bikin coklat untuk cowok karena gue bukan orang yang merayakan Valentine. Bagi gue (dan keluarga) Valentine itu bukan hari yang wajib dirayakan. Valentine itu hanya tanggal yang ada di Kalender dan sebuah hari biasa. Tapi kali ini berbeda dan spesial. #halah


Setelah bikin ini itu, dan Alhamdulillah gak terjadi apa-apa waktu bikin coklat dengan heboh di dapur rumah, coklat untuk para Butler pun selesai. Gue dan Icha merasa puas lah dengan hasilnya, meski tak sebagus bikinan toko tapi karena kami buat dengan sepenuh jiwa raga dan biaya(?), kami harap para Butler menerimanya dengan senang hati (dan berharap mereka gak membuangnya waktu kami gak ada).

HARU KECEH BADAI BANDANG KEMAREN!!! #ganyante
-ehem- Haru as Aladdin, Princess Jasmine darling~
Hari H, gue dan adek udah siap dengan coklat dan persiapan lain seperti baju untuk kembali ke Surabaya sekalian untuk melanjutkan Kuliah & Kerja. Sejak siang gue udah SMS Mr. Unang untuk jangan lupa jemput gue jam 3 sore, tapi sampek jam setengah 3 gak ada balasan. Gue dan Icha udah selesai dandan dan sebagainya jam 3 kurang tapi Supir gue itu belom kelihatan juga batang idungnya. Akhirnya gue telpon Hpnya. Gak ada yang ngangkat, berkali-kali gue telpon tetep aja gak diangkat. Gue pun panik.


Gue bilang ke bokap klo Supir gak ngangkat Telpon dan bokap pun kaget karena kemarennya bokap juga secara langsung bilang ke Mr. Unang untuk jangan lupa anter gue dan icha ke Surabaya untuk event ini. Mampus lah secara kakak sepupu gue juga lagi gak di Gresik untuk nganter dan gue juga Icha gak bisa nyetir. Gue semakin panik waktu gue telpon lagi si Supir dan diangkat Istrinya.

“Lho mbak, Bapaknya lagi ke Pasar ini.. nanti klo udah datang saya sampaikan saja ya pesannya?”


SAMPAIKAN GUNDULMU!!  LAGIAN NGAPAIN SUAMIMU ITU KE PASAR JAM SETENGAH 4 SORE!!!!! #FlipGunung


Gue pun udah pasrah dan SMS Ratih soal ini, sukses lah Ratih juga ikut panik. Melihat itu Bokap gue langsung pake baju lengkap dan bilang akan nganterin gue ke event. Eh sumpah, gue saat inilah yang bener-bener murka sama supir gue. Bokap gue baru aja pulang dari kegiatan lomba apa gitu karena Ultahnya Kota Gresik yang dia hadiri, masih capek banget mukanya tapi karena si Supir kamfreta Italiano itu, bokap terpaksa nganterin gue. Ratih juga jadi sungkan karena harus jemput dia duluan baru kemudian balik ke Lenmarc. Gresik – Wonokromo – Lenmarc itu bukan jarak yang deket dan lebih memakan waktu daripada Gresik – Lenmarc Mall yang bisa dilalui dengan cepet lewat Tol.


Pikiran gue udah bener-bener Ruwet, gue berasa pengen Muntah waktu itu. Iya gue emang type yang klo udah stress menumpuk dan bad mood bawaannya pusing dan pengen muntah. Bukan karena gue hamil, bukan pula bulimia, tapi karena kemarahan gue (ditambah stress karena urusan kantor yang memuncak di ubun-ubun kepala gue. Gue udah gak se-excited pertama kali waktu udah berangkat ke Surabaya. Gue bahkan udah niat SMS Qent untuk membatalkan reservasi gue dan akan gue tansfer harga reservasi gue-ratih-icha. Gue beneran muak hari itu.


Karena itu gue gak seberapa bahagia waktu sampai ke tempat event, di d'Allegro Cafe lnt. 4 Lenmarc Mall. Gue paksain buat senyum & ketawa waktu menginjakkan kaki ke cafe itu, tapi otak sama perasaan gue udah bener-bener amburadul. Gue bahkan gak tau apa yang gue omongin kemaren itu. Gue sempetin ke kamar mandi untuk nenangin diri sebelum ke tempat event pun gak ngaruh. :( *sigh*


Setelah daftar ulang dan sebagainya, Jam 17.00, waktunya gue untuk masuk cafe. Sylvain, yang hari itu berperan sebagai Prince Siegfried dari dongeng Swan Lake Princess datang ke arah gue dengan kostum yang berbulu-bulu(?). Yah secara emang pangerannya putri angsa, itu udah oke, untung gak bawa Angsa beneran. Kegundahan gue sedikit menghilang melihat senyum menawan pangeran gue hari itu. #halah xD


“Coba deh nona di elus bulu-bulu yang saya bawa ini.” Kata Sylvain soal bulu2 di bahunya itu. “Agak susah sama properti saya hari ini nona, keparlente-an saya membawa sedikit masalah.” Lanjutnya sambil mencoba membenarkan selempangan(?) bulu putih gede yang dia bawa.

Apapun kostum / wig / penampilan Sylvain, buat gue dia selalu Perfect kok. ;D #diuncal


Sylvain pun menuntun gue ke salah satu meja di cafe itu dan menarikkan Kursi untuk aku duduk sebelum dia duduk di kursi yang berhadapan sama gue. Kami senyum-senyum sendiri dulu kayak orang Bloon, dan gue berusaha untuk jadi diri gue kayak biasanya, namun Fail. Gue juga menyadari Sylvain tidak seperti biasanya, dia sedikit terlihat sakit dan kurang Fit. Dan ternyata dia memang kurang fit hari itu, ada kalanya dia sedikit ‘blank’ waktu ngobrol sama gue dan beberapa kali menguap karena ngantuk. Meskipun begitu Sylvain berusaha keras untuk bisa menyenangkan gue, dan gue hargai itu.


Kondisi gue yang emang kalo udah bad mood sangat susah untuk diobati, bikin aku gak bisa 100% menikmati kemaren. Ada 2 ojousama yang dilayani Sato-kun & Zane di sebelah gue tampak sangat menikmati percakapn mereka, gue iri tapi gue bener-bener gak bisa bertingkah heboh seperti biasanya. Sedikit gak enak juga sama Sylvain, takutnya dia merasa gak bisa membahagiakan gue, tapi bukan itu masalahnya. Kayak lagunya 2NE1 yang Lonely, kondisi gue saat itu bener-bener merasa sepi meski Sylvain selalu ada di samping gue. #tsaah!


Sato-kun sebagai Prince Ferdinand, pangerannya mbak Snow White

Zane sebagai Prince Hikaru Genji. Lady Murasaki's

Sylvain pun menyuapi makanan buat Gue mulai dari Salad buah sampai Red Velvet gue, apa dia menyadari kondisi amburadul gue waktu itu ato gimana gue juga gak tau. Tapi seperti biasa Sylvain memaksa (dalam cara yang halus dan gombal(?)) gue untuk menghabiskan makanan gue.


“Aku diet Sylvain jadi aku gak begitu bisa ngabisin makanan yang banyak sekarang.” Kata gue kalem waktu sylvain bilang akan ngasih kejutan buat gue klo gue ngehabisin Salad buah gue.

“Ah, begitu nona? Tapi saya dukung nona untuk diet kok :).” Sepertinya Sylvain juga mulai menyadari bahwa gue udah terlalu over size. Jadi terharu(?).


Meski gue bilang gitu dan Fruit Salad gue gak habis, tapi spaghetti carbonara dan Res Velvet serta Earl Grey gue ludes tak bersisa. Sylvain mungkin ngakak ngeliat itu, Diet kok rakusnya ngalahin orang yang gak diet. :v


“Hari ini saya menyediakan beberapa game sambil menghabiskan waktu kita bersama, nona. Klo nona mau main dengan saya, setelah bermain saya punya kejutan buat nona.” Sylvain bilang ke gue.


Ternyata Sylvain sudah mempersiapkan beberapa permainan untuk dilakukan sama ojousama-nya (gue gak mau ke-GR-an klo dia nyiapin permainan itu cuman untuk gue). Salah satunya main acak kata, pictureka, dan beberapa games random. Jujur gue lemah banget klo game-game gini, gue lebih ahli klo main gulat, sumo dan smack down.


Waktu main acak kata, Alhamdulillah, gue kalah telak. Padahal Vocabulary gue dari SMP sampek lulus kuliah ini selalu dapet nilai A+ tapi klo dibikin games gue kebiasaan panik duluan dan akhirnya kalah. Tapi meski kalah, Sylvain tetep memeberikan kejutannya buat gue. Dia permisi sebentar untuk mengambil kejutannya dan sesaat kemudian dia menyerahkan sebatang coklat Silver Queen yang Dark Chocolate.
Coklat dari Sylvain. Thank you handsome ^^

“Meskipun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang nona berikan buat saya, apalagi sizenya, tapi saya harap nona menerimanya.”


Sepersekian detik gue berusaha mencerna apa yang dilakukan Sylvain. Sumpah gue bahagiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget waktu dia kasih coklat itu buat gue. Rasanya sesaat kepenatan di kepala gue ilang dan gak bersisa. Pengen nangis tapi gue kan ojousama yang cool & bersahaja selayaknya ibu-ibu muda masa kini. #loh


Yang bikin gue terharu dan bahagia itu bukan karena coklatnya, tapi karena alasan Sylvain kasih gue coklat tersebut.

“Saya ingat dulu nona pernah bilang tidak terlalu suka manis, jadi saya belikan yang dark chocolate jadi tidak terlalu manis, nona.” Kata Sylvain tersenyum.


God.! Cowok ini  bahkan ingat apa yang gue katakan beberapa bulan yang lalu (waktu event SP yang pertama hari kedua). Tak hanya itu, dia juga membeli coklat itu khusus untuk gue. Sebelum Event dimulai dia pergi untuk membeli coklat tersebut bersama Zane, naik motor dan kehujanan. Ini dibenarkan oleh cerita adek gue dari Zane. Hal ini juga bikin Sylvain makin tak fit, gimana gue gak terharu coba? Pengen sih gue cipok Sylvain tapi gue takut diusir dari SP karena memperkosa(?) anak orang. Selain itu juga, Sylvain ingat gue gak suka Paprika, jadi selama menyuapi Spaghetti carbonara gue, dia menyingkirkan semua paprika. “Jangan dimakan nona kalau tak suka, lagipula nanti nona bisa batuk.”

Entah bener ato gak Paprika bisa bikin batuh tapi gue iya-in aja deh apa kata Sylvain.Namanya juga udah cinta. #ganyambung


Setelah itu, perjuangan Sylvain untuk bikin gue nyaman berlanjut. Games Pictureka yang gue menangkan dan bisa melakukan Truth and Dare pun gak bisa gue cerna dengan baik. Jadi gue nyuruh aja Sylvain untuk menyuruh gue sesuatu. Lalu random Truth and Dare kami pun berlanjut semakin random. Awalnya sih gue pengen nge-Dare Sylvain buat nyium pipi gue, tapi gue sadar ntar Sylvain bisa trauma karena dipaksa nyium Kloning beruang ganteng & Kuda Nil seksi ini. Gue juga nyesel gak menyuruh Sylvain menerima suapan dari gue, karena gue liat Icha sm Ratih menyuapi Zane & Jake. Bener kata Zane, karena disuapi itu udah terlalu Mainstream. #sigh #sedih


“Saya gak pernah nyuapin orang seperti ini lho nona, cuman nona yang saya suapi seperti ini.” Kata Sylvain.

“Aku juga gak pernah minta disuapin gini sama cowok. Cuman sama kamu aja aku minta disuapin.” Bales juga, lalu kami saling berciuman bertatapan dan  lalu tertawa malu. xD

"Bagiku, kami tetep yang paling ganteng Syl. Tapi hal itu tidak meredupkan keinginanku untuk mencoba berinteraksi dengan butler-butler lain." Kata gue jujur. Orang jujur itu subur(?).

"Ah, tidak apa nona. Silahkan lain kali mencoba(?) yang lain juga :)"

"Tapi kamu gak perlu khawatir. Meskipun aku bersama pria lain, hatiku tetap paling mencintaimu." (ini beneran gue ngomong gini dan gue mual).

"Nona type wanita setia, kalau saya type Pria percaya. Meskipun anda memilih banyak pria lain, tapi saya percaya hati nona tetap menjadi milik saya." Sylvain mengatakan ini dengan super kalem dan menatap lurus ke mata gue.

Penghulu mana penghulu!!!! Mau Ijab Qabul lah gue ama ini cowok. Tolong yang bisa hipnotis bokap buat nyetujuin pernikahan kamih!!!! #ganyante


Apapun yang terjadi dan gimanapun kesan gue dimata para penghuni SP, gue bahagia kemaren. Gue bisa ngobrol lebih dekat dengan Sylvain, gue juga bisa memberikan coklat yang gue kasih ke Sylvain dan butler-butler lain, kecuali Zane yang diberikan oleh Icha. Gue juga mendapatkan Hadiah dari Sekretaris SP karena berhasil menebak Teaser di Fanpage. Dalam 1.5 jam yang gue lewatin di SP gue mendapatkan kebahagian berlimpah, seperti biasanya setiap kali gue pergi ke event-event mereka. Maaf karena gue gak bisa menunjukkannya sebagaimana mestinya.

Para Butler sangat sempurna. Sato-kun, Lavie-kun & Shion-kun yang kala itu menganggur(?), terima kasih yah sudah mengantarkan pesanan makananku dan bahkan Sato-kun memberikan bunga untuk diletakkan di atas meja. "Untuk mengikat cinta kalian berdua." Kata Sato. Cute~ xD

Shion, the Head butler as Prince Charming, pangerannya Cinderella.
Lavie as Prince Philip, Princess Aurora's soulmate


Thank you for Serviteur Phantom Butler Cafe

Thank you For my Prince, Sylvain. Because of you, I finally got my 1.5 hours Happily Ever After. <3



Loves,



Ikatrina

Your Loyal Ojousama

Hadiah dari SP <3


----------------------------


Seperti janji, gue akan men-list apa yang gue sukai dan beberapa saran untuk Serviteur Phantom Butler Cafe.



Yang gue sukai dari Event Dreamland 14 Pebruari 2013 kemarin adalah :

1.       Kostum yang dipakai para Butler benar-benar sama persis dengan Teasernya.

Hal ini membuat Tema benar-benar terasa di tempat event kemarin. Para Butler juga benar-benar menjelma sebagai pangeran impian para wanita. Sylvain sangat tampan, tapi yang paling menawan kemaren itu adalah Haru. Haru fit perfectly to his custome, really lovely. :D

2.       Makanan yang disajikan sangat enak

Event pertama pasti ingat kalau gue pernah komplain dengan sajian Red Velvet yang terlalu manis dan keras, atau spaghetti yang terlalu banyak keju. Event wonderland Kuro (mungkin) ingat kalau gue tak terlalu menikmati makanannya. Tapi kemaren, semua hidangan sangat sempurna. Penyajian, rasa dan porsi benar-benar seusai dengan harga yang dikenakan.

3.       Tempat Event sangat tepat.

Di Review-review gue yang dulu selalu menjadi perhatian khusus di dalamnya. Untuk event kemaren menurut gue udah sangat baik, meja dan kursi nyaman, suasana juga sangat nyaman. Namun kekurangannya, adanya orang lain selain tamu Butler Cafe yang kebanyakan bapak-bapak ato Ibu-ibu yang mereservasi tempat di cafe tersebut sebelumnya. Jujur gue agak minder kemaren waktu disuapin Sylvain dan dipelototin sama beberapa bapak-bapak di situ. Lol.

4.       Hampir keseluruhan dari Event kemaren bikin gue puas. Waktu yang gue lewatkan dengan Sylvain terasa lama karena dia tidak dipinjam tiap kali ada ojousama yang selesai dengan waktunya. Ratih dan Icha pun membenarkan hal ini. Agak kecewa tidak bisa berfoto dengan semua butler tapi tidak masalah karena yang terpenting adalah waktu yang kami lewatkan bersama butler yang menemani kami hari itu. ^^


Beberapa hal yang mungkin bisa jadi komplain dan mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk event-event mendatang:

1.       Teaser dan Informasi di Fanpage.

Jujur gue reservasi mulai hari pertama menu keluar dan menunggu dengan tak sabar teaser-teaser (2D) di Fanpage –terutama teaser Sylvain, tapi sampai H-3 baru keluar semua. Hal ini sedikit menjadi ketidaknyamananan gue. Tapi gue ngerti karena para staff bulan ini sibuk jadi tak apa.

-          Saran : mungkin sebaiknya dipersiapkan dahulu menu dan teaser-teaser sebelum melakukan pengumuman resmi kapan akan diadakan event ^^ tapi gue seneng dapet hadiah karena quiz dadakan nebak Teaser di Fanpage. #plakdesh

2.       Tempat yang dipilih terlalu jauh.

Ini adalah alasan mengapa beberapa temen gue memutuskan untuk tidak datang ke event Dreamland. Jujur awalnya gue ragu karena masalah ini juga, karena meski sudah 7 taun di Surabaya, gue gak pernah ke daerah Lenmarc tersebut. Walaupun pernah mungkin cuman lewat dan belum hafal. Kemungkinan nyasar hampir 99% untuk orang yang juga buta arah seperti gue. Karena itu gue memutuskan untuk minta Supir mengantar dan akhirnya membuat gue bad mood total kemaren itu.

-          Saran : Selanjutnya mungkin bisa diadakan di tempat yang para Ojousama tahu semua, atau dengan kata lain yang tidak terlalu jauh. Bisa mungkin diadakan semacam Survei dulu sebelum memutuskan untuk melaksanakan event selanjutnya. :)) <3

3.       Waktu antara Event satu dengan event lain.

Mungkin merasa kalau event kemarin sedikit lebih sepi dari event-event yang lainnya kan? Sempet sih gue bilang ke Sylvain soal ini dan ke Petto-chan juga, dan gue rasa salah satunya adalah dekatnya event Wonderland dengan Dreamland ini. Ojousama lain mungkin berpikiran tak datang ke Lenmarc (yang jauh) pun mereka akan bisa datang di event lain yang kemungkinan tak akan lama lagi. oh, dan Hari MINGGU lalu dekat dengan hari-hari Ujian juga mungkin menjadi alasan Ojousama lain tak datang kemaren. Hal ini memang gak ngaruh buat gue, karena gue pasti akan tetep antusias untuk pergi ke event Serviteur, I am your Loyal Ojousama after all.

-          Saran : ada baiknya untuk jangan melakukan event dulu dalam waktu dekat. Membuat Ojousama merindukan para Butler bukanlah hal yang buruk jika bisa membuat mereka lebih bahagia lagi begitu kerinduan mereka terpenuhi dengan event yang spektakuler lainnya. Tapi penting untuk diketahui, kapanpun kalian mengadakan event, dalam waktu dekat atau masih lama, dan selama gue masih bisa jalan dan sehat, gue akan selalu datang. Jangan bosan yah lihat mukaku. xD

4.       Sebaiknya para Butler lebih mendalami peran mereka.

Bukan masalah serius sih... cuman bikin sweatdrop aja dengan kejadian kemarin. Seperti Sylvain yang gak tau sebenarnya nama Pangerannya Odette (Swan Princess) itu siapa, atau ketika dia bilang gak ngerti peran Zane dan mengira Zane adalah polisi GJ yang nyasar ke Dreamland. xD

Atau Ketika Icha bilang dia gak ngerti harus gimana karena gak ngerti cerita Hikaru Genji, lalu Zane bilang kalau dia juga sebenarnya gakngerti ceritanya The Tale of Genji itu. Wakakakak xD

-          Saran : Pelajari dulu yak peran masing-masing biar bisa lebih oke. Ah, tapi jangan terlalu keras belajarnya, kalau kalian jadi makin pusing karena hal ini, gak enak juga. :))



Yap.! Segini Review panjang dan membosankan serta kaku gue kali ini.

Maaf kalau ada yang  tidak berkenan & terkesan curhat. Terima kasih buat yang menyempatkan waktunya untuk membaca dan Comment di Review yang gue tulis di Blog pribadi ini.



Otsukaresama Deshita.! ^O^
Icha - (Muka) Gue (Serem banget) - Ratih 



(Credit photos 2D teaser belongs to Serviteur Phantom Butler Cafe)
(Other photos, credit to Pleki, my cellphone name, thank you.)