Wednesday, February 13, 2013

Fenomena Role Playing (RP)

WARNING : TIDAK BAIK UNTUK JANTUNG ROLE PLAYER YANG BELUM CUKUP KUAT MENTALNYA. ;D <3

Di jurnal kali ini gue mau membahas soal Fenomena RP (Role Playing) yang lagi marak di Twitter dan media sosial lainnya.

Sebenernya udah dari dulu sih pengen nulis soal ini, tapi seperti biasa, keinginan untuk menumpuk lemak dengan berguling di kasur lebih menarik hati daripada menulis blog. Harap maklum yak, namanya juga demi kesemokan body gue~ OwO

Gambar yang gue temuin di mbah gugle soal Role-Playing.

Role Playing yang pengen gue bahas disini akan lebih menfokuskan pada Role Playing yang dilakukan oleh orang-orang (terutama remaja) di media sosial terutama Twitter. Mengapa? karena gue pengen bahas, itu aja kok.

Pertama, gue mau bahas soal Role Playing yang dilakukan banyak remaja penggemar Anime dan para Otaku. Penjelasan simple-nya adalah para penggemar anime membuah sebuah akun di Twitter dan memposting status di Timeline-nya seakan-akan suatu karakter dalam Anime yang melakukannya. Biasanya karakter yang disukainya dalam suatu judul Anime.

Contoh : si A membuat akun dengan nama @UzumakiNaruto, lalu dia memposting status / tweet di Timelinenya seperti hal-hal yang sering dilakukan karakter Naruto atau ciri khas Naruto dalam berbicara, seperti menambahkan kata "dattebayo" di setiap kalimatnya.

Gue melihat akhir-akhir ini semakin banyak akun Role Playing yang muncul di Twitter, well.. sebenarnya tahun 2012 adalah tahun paling ramai para Role Player (pelaku Role Playing) muncul. Satu orang bisa memiliki 2-5 akun RP.

Kenapa gue tau?
Karena kebetulan gue adalah admin dari @KorbanANIME, sebuah akun GJ yang awalnya gue ciptakan sama adek angkat gue Yogies dan kedua adek kandung gue, Icha & Jaja.

Meskipun pada awalnya akun gue itu cuman untuk gila-gilaan, entah kenapa akun itu menjadi sebuah "Fanbase" para penggemar Anime, terutama yang menyukai plesetan-plesetan anime. Dari akun ini gue udah mulai melihat bagaimana pesatnya perkembangan Role Playing. Bahkan tahun 2012 kemaren, bisa dibilang follower akun gue itu sebagian besar Role Player dan akhir-akhir ini gue mengetahui pemilik akun Role Player bisa saja 1 orang yang sama.

Sebenarnya gue udah mengenal Role Player jauh sebelum gue mengenal Twitter. Jujur gue sendiri pun adalah seorang Role Player, begitu juga dengan Yogies dan anggota grup Author gue, H2P.

Kami bertemu karena Anime Naruto (Sejak tahun 2002/2003) dan kami akhirnya menentukan peran kami masing-masing dalam grup sesuai dengan karakter dalam Anime Naruto. Waktu itu gue memilih untuk 'Menjadi' Sabaku no Gaara.

Sabaku no Gaara - waktu masih kecil(?)

Gaara memiliki sifat yang sangat pendiam, hampir tidak memiliki ekspresi, intinya dia itu batu. Bertolak belakang sekali dengan gue yang Hyperactive, selalu ceria setiap saat. #bukanIklanRexona

Kami, H2P. bukan Role Player di media sosial, melainkan Role Player di dunia nyata. Jadi kami (berusaha) bertingkah dan berbicara seperti karakter yang kami RP-kan, dalam hal ini gue berusaha untuk benar-benar menjadi Gaara.

Perlu diingat disini, meskipun gue RP-in Gaara yang hobby membunuh dan meremas-remas(?) manusia lain, gue gak melakukan hal itu. Alasannya karena gue gak nemu Pasir kayak yang dimiliki Gaara di gentongnya itu, dan gue juga ogah gendong gentong pasir kemana-mana. "Gentong kok bawa Gentong.". Ah, dan gue juga gak pake Eyeliner super tebel kayak yang Gaara lakukan. -_-

Mungkin yang kami lakukan tergolong berhasil, karena gue jadi terlihat dingin dan jarang berekspresi, terutama kalau dengan orang yang baru gue temui ato yang gak terlalu dekat dengan gue. Gue taunya sih setelah gue ketemu sama salah satu temen SMA gue.

A   : ternyata lu gak seserem yang gue pikirin selama ini yo kat.
Me  : Ha?
A  : Habisnya kamu selalu diam dan gak pernah senyum. Dulu gue takut sampek nangis liat lu. Gue pikir lu pembunuh bayaran gitu. :(
Me  : ...........

Yap, gue berhasil menjadi Gaara hingga gue dikira pembunuh kayak Gaara (waktu Naruto Season 1). Gue anggep lah itu pujian, meskipun miris. *sigh* ah, gue berhenti RP-in gaara sewaktu Kuliah S1, karena gue udah gak ngikutin Naruto dan sibuk sama urusan Kuliah.

Balik ke masalah RP di Twitter, gue kembali inget saat-saat gue RP Gaara. Mau gak mau gue jadi membandingkan RP gue dan grup gue dulu dengan RP yang ada di Twitter. Gue kepo-in satu per satu akun RP di twitter, terutama Follower di akun KorbanANIME. Dan gue speechless.

No Offense buat para RPer, tapi benar-benar mencengangkan fakta yang gue dapet dari hampir semua akun RP di twitter. Hal ini sempet membuat beberapa konflik antara akun gue dengan para follwer (terutama RPer) ketika Yogies alias #Kyuubi of KorbanANIMe menyinggung masalah OOC (Out Of Character) yang dilakukan para RPer. Artinya para RPer bertindak tidak sesuai dengan karakter yang dia RP-kan, justru cenderung lebih kepada sifat asli mereka namun tetap ngotot mengatakan itu adalah Akun Role Play.

Pada dasarnya sifat Yogies memang lebih keras daripada gue dalam hal RP ini. Gue kadang menutup mata dan tidak main frontal dalam memperingatkan RPer OOC, namun hal ini justru membuat para RPer semakin brutal melakukan OOC. Bukan karena Yogies dan gue SOK dalam urusan RPing tapi bisa fatal bagi orang awam jika melihat ke-OOC-an yang dilakukan, dan bisa-bisa orang mengartikan kalau memang itulah sifat dan kelakuan dari Karakter yang di RPkan tersebut.

Bukan hanya gue dan yogies yang merasa geram pada ke-OOC-an yang dilakukan beberapa (banyak) RPer di twitter, namun beberapa RPer senior, yang sudah sejak awal tahun 2000-an memulai RP mereka di Facebook dan Tumlbr merasa resah.

"OOC sekali-sekali memang tidak apa, karena kita memang bukan karakter tersebut. Tapi kenapa ini brutal banget ooc-nya. Bikin ancur karakter.!"

Begitu kira-kira inti dari keresahan yang ditimbulkan RPer OOc. Waktu itu (2012) memang rame macam tawuran komflik antara KorbanANIME sama para RPer, bahkan beberapa RPer yang mengenal gue secara pribadi mengirimkan SMS-BBM-DM-PM lewat semua media yang mereka punya untuk melayangkan protes ke gue sebagai Owner akun KorbanANIME. Waktu itu gue langsung tanya ke Yogies dan kemudian melakukan komfirmasi di akun untuk masalah tersebut. Gue bersyukur sih keadaan akhirnya tenang, karena kalau sampai masih ribut gue bisa pastikan gue pun akan ikut marah dan akan jadi jauh lebih frontal memaki RPer yang OOC-nya hingga lebay dan alay. #malahkesel

Contoh : Kiyoshi Teppei HAMIL dan bertingkah seperti seorang emak-emak yang mau di sentuh siapa saja yang mendekatinya (ini serius). Of all people, Kiyoshi Teppei adalah karakter Laki-laki yang mengalami Cedera lutut parah di serial KUROKO NO BASUKE. Tingginya menjulang lebih dari 190cm.

EMANG SIAPA YANG BISA NGEHAMILIN DIA??? #salahFokus

Permasalahan yang terjadi waktu itu karena Yogies menyindir tentang banyaknya akun RP yang 'menjalin hubungan' satu sama lain. Memang seperti tidak ada masalah dengan hal ini, tapi kalau karakter yang pacaran itu tidak pernah kenal satu sama lain, atau bahkan tidak ada kaitannya sama sekali, akan menimbulkan banyak kerancuan. Well.. setidaknya itu yang ingin yogies kemukakan yang pada akhirnya mengundang banyak reaksi dari banyak kalangan. LOL.

Sebenarnya ini lebih ke masalah yang lebih gak penting menurut gue. AKUN RP SEKARANG DIGUNAKAN SEBAGAI SARANA CARI PACAR. itulah kenyataan yang ada. Banyak orang yang bahkan sama sekali tidak mencintai karakter anime yang mereka RPkan, namun memutuskan untuk menjadi RPer karena melihat beberapa dari teman mereka yang RPer mendapatkan pacar dari akun RP mereka. Amazing kan?

Sebagai penggemar anime dan pecinta karakter-karakter dalam anime, gue serasa jijik melihat Fenomena ini. Mencari pacar dengan kedok RP adalah hal nista menurut gue. Lalu Galau di akun Role Play mereka. Seperti : 

"KENAPA CUMAN GUE YANG BELOM PUNYA PACAR DISINI?? TT___TT" Diucapkan oleh Akun RP Kirara, peliharaanya Sango di Anime Inuyasha. (Kirara bahkan tidak bisa bicara, apalagi galau masalah gak punya pacar.!)

Masalah lain yang benar-benar bikin gue gatel pengen garuk lubang kubur adalah, Fenomena adegan-adegan HOT, NC-17, Adegan Pasutri(?), alias adegan porno yang dilakukan para RPer. Iya, adegan 18 tahun keatas.

Contoh : Akun RP Satsuki Momoi yang hampir setiap hari melakukan S*X Scene dengan Semua karakter Kurobas yang dia temui, dalam hal ini semua Akun RP karakter lelaki dari serial Kurobas (yg ooc juga tentunya).

Melihat itu gue jadi berpikir, apakah Role Play sudah berubah definisi jadi FORE PLAY? Gue cuman bisa mendoakan RPernya biar segera taubat, apalagi kalau RPernya ternyata masih duduk di bangku SD/SMP dan sudah melakukan adegan dewasa secara Verbal di media Sosial. haha. *tawa garing*

Fenomena-fenoma Role Play di twitter (dan media sosial lain) saat ini yang jelek, antara lain :
1. Membuat akun RP karena seru, tanpa tau karakter pokoknya RP.
2. Membuat akun RP karena ingin mendapatkan Follower.
3. Membuat akun RP biar tenar dan berasa artis.
4. Membuat akun RP biar banyak kontak BBM-nya.
5. Membuat akun RP untuk nyari pacar.
6. Membuat akun RP sebagai pelampiasan libido berlebih para RPernya.
7. lain-lain.

Bukan berarti gak ada akun RP yang bagus. Gue memiliki banyak List RPer yang benar-benar bagus dalam melakukan Role Playing sesuai Karakter Mereka. Bahkan ada di antara mereka yang membuat gue merinding dan merasa berbicara dengan karakter mereka yang asli. Kebanyakan RPer dari Luar Negeri, namun ada beberapa RPer Indonesia (yang gue tau) yang juga sangat IC (In Character).

Gue yakin bahwa mereka adalah para RPer yang masih memegang teguh prinsip ketika memutuskan untuk menjadi Role Player : KARENA MENCINTAI KARAKTER YANG MEREKA RPkan.

Kalau Role Player mencintai karakter yang mereka RPkan, mereka pasti menginginkan karakter tersebut sempurna. Paling tidak mereka akan berusaha keras untuk membuat karakter tersebut semirip dengan karakter aslinya. Dengan begitu mereka akan menghindari tindakan / ucapan yang bisa membuat karakter tersebut OOC.

Kalau yang lain bilang mereka juga mencintai karakter yang mereka RP-kan, bagaimana mungkin mereka bisa merusak karakter tersebut dengan berbuat OOC yang berlebihan hingga membuat orang lain jadi Ilfeell alias ilang feeling sama karakter yang mereka RPkan? Cinta mereka pada karakter yang mereka RPkan jauuuuuuuuuuuuuuuuuuh lebih kecil dan kalah sama nafsu mereka untuk mendapatkan Follower/pacar/kepuasan seksual di internet.

Kalau memang RP seorang Butler, maka berlakulah seperti Butler di akun RP kalian.
Kalau kalian seorang ninja, jangan memposting 'berita' kalian seorang penyanyi dangdut, apalagi merubah Avatar twitter kalian menjadi Jupe yang setengah telanjang.
Kalau kalian RP karakter anak sekolah biasa, maka berhenti melakukan adegan yang harusnya dilakukan pasangan suami istri. Kecuali kalau kalian memang mengambil chara dari Anime Hentai, itu berarti IC. #loh

Terlepas dari Role Playing karakter Anime, sekarang bermunculan pula Role Player untuk Idol-idol Korea/Jepang. well.. gue sih taunya yang nge-RP Idol Korea. Ya gak apa-apa sih.. toh nge-RP emang hak(?) semua orang. xD

Cuman akhir-akhir ini gue sering liat beberapa orang di Timeline FB sama Twitter gue yang sebel sama beberapa RPer Idol Korea. Gue gak tau juga apa sebabnya, soalnya gue gak ngikutin RP Idols, gue lebih ngikutin akun twitter Asli mereka. *u*

Kemaren gue tau salah satu alasan keselnya salah satu temen gue sama RPer Idols. Karena mereka suka mengubah-ubah nama akun RP mereka. Misal, awalnya nge-RP Sooyoung SNSD kemudian berubah jadi Kang Gary Lessang. (oke ini extreme).

Fenomena ubah-ubah akun RP sebenernya bukan hanya di RP Idols sih, di RP Chara anime juga ada. Suatu hari gue mention-mentionan sama Kuroko, tiba-tiba Akun Kuroko menghilang dan menjadi Conan Edogawa. Gue sempet Shock dan bingung gimana ngelanjutin mention-mentionan gue sama akun itu. Masak awalnya ngomongin basket lalu akhir-akhirnya ngomongin Profesor Agasa(?), lak gak nyambung. wkwkwkwk

---

Bahasa yang digunakan Role Player bermacam-macam, karena Rper bisa datang dari mana saja. Dari Jepang dan dari luar jepang, termasuk Indonesia.

Biasanya Role Player dari jepang cenderung menggunakan bahasa jepang untuk berinteraksi dengan akun RP lain & juga Follower. Cenderung tidak terlalu lancar berinteraksi dengan bahasa Inggris, karena itu dianjurkan untuk yang gak bisa berbahasa / membaca tulisan jepang (kayak gue) jangan menfollow RP Jepang. #loh

Role Player dari luar Jepang kebanyakan menggunakan Bahasa Inggris, karena bahasa yang dikuasai oleh hampir semua orang di dunia. Bagi RPer yang bisa bahasa jepang (biasanya anak jurusan Sastra jepang atau Otaku yg memang menguasai Japanese), mereka juga menggunakan bahasa jepang di akunnya, dan bisa berinteraksi dengan RPer jepang juga. Selain itu mereka juga kadang menggunakan bahasa asli negara mereka.

RPer Indonesia ada yang menggunakan bahasa Indonesia untuk semua interaksinya, which is fine~ ada juga yang menggunakan bahasa inggris secara keseluruhan, namun kadang tergoda untuk menggunakan bahasa Indonesia jika ada mention masuk dalam bahasa Indonesia. Ada juga Rper yang dari awal menggunakan bahasa Inggris dan ngaku-ngaku gak bisa bahasa Indonesia, sekarang justru banyak bahasa Jawanya.

Gak apa, semuanya Halal, selama masih dalam Konteks OOC dan selama tidak menghancurkan Karakter yang kalian RPkan. Bersikap lucu boleh, tapi hati-hati, Lucu Mesum & Jorok itu beda tipis. Jangan salah ambil langkah. Pikirkan baik-baik sebelum memposting status/tweet, karena kadang yang menurut kalian sepele adalah masalah besar buat orang lain. #halah

---
Inti dari Jurnal ini, memang mungkin terlihat seakan pelampiasan uneg-uneg gue.. MEMANG IYA Sih... Jadi kalau mau marah silahkan. Tapi selain dari pelampiasan uneg-uneg gue yang udah lebih dari setahun ini gue tumpuk, ini juga gue harap bisa jadi titik balik instropeksi para RPer.

Sedikit TIPS(?) untuk para Role Player :

1. Usahakan untuk STAY IN CHARACTER & DON'T DESTROY THE CHARA OR PEOPLE YOU'RE ROLE PLAYING.!
2. Kalau mau OOC tolong cantumkan di BIO akun kalian, bahwa akun Kalian adalah akun RP yang OOC. 
3. Cantumkan RP/RL (Role Play / Real Life), untuk yang pengen bacot soal hidup kalian juga dengan akun RP. Jangan sampai orang-orang nyangka bacotan itu adalah bacotan karakter yang kalian RP-kan.
4. Cantumkan MESUM/R-18/NC-17/Yaoi-Yuri-Hentai sekalian di Bio jika memang kalian suka melakukan hal-hal tersebut diatas. Jadi biar tidak memberikan serangan jantung pada orang yang tidak sengaja membuka akun RP kalian.
5. Cek Timeline akun RP yang meminta Followback untuk memastikan ke-IC-an mereka. Hindari berteman atau saling follow dengan RPer yang selalu OOC. karena ketika kalian berteman dengan akun yg OOC setiap saat, kalian juga akan ikut OOC.
6. Kalau memang ingin IC dalam melakukan Role Playing, jangan terlibat hubungan pribadi apalagi asmara dengan RPer akun lain. Jalinlah hubungan itu di akun pribadi kalian, jangan di akun RP.
7. Pisahkan Urusan pribadi dengan urusan RP kalian. well.. kecuali klo akun kalian RP/RL.
8. Abaikan jurnal ini dan semua Isinya kalau kalian memang betah menjadi RPer OOC dan masih betah menghancurkan karakter. <3


---

Terakhir : MAAF BUAT YANG MERASA TERSINDIR & SAKIT HATI DENGAN ISI JURNAL INI.
Tak bermaksud untuk melukai hati siapapun, tapi kalau memang ada yang merasa tidak terima dan sakit hati, berarti mengakui dan MENYADARI sudah melakukan OOC. :) <3
  
Salam,


Mantan Role Player Real Life yang resah dengan tindakan penghancuran karakter yang terjadi di dunia maya.

Thursday, February 7, 2013

[Review Ngasal] 4 Ways to Get a Wife by Hyun Go Wun

Aslinya gue ini bukan orang yang suka baca novel percintaan. Gue lebih suka baca novel Horror yang menampilkan sosol Suster seksi lagi ngesot ato novel Misteri dengan detektif paruh baya ganteng yang menyelidiki kasus pembunuhan suster seksi(?).

Tapi kemaren gue lagi Hunting buku sama temen gue Ratih, karena kebetulan kami dapet voucher beli buku gratis dari sebuah toko buku di Surabaya ini. Daripada kertas voucher itu jadi salah satu koleksi sampah kertas di dompet gue, ya akhirnya gue pergi juga ke toko buku tersebut.

Lumayan bisa hemat duit 50rebu untuk beli vitamin penambah lemak -makanan- gue.

Karena dasarnya gue gak terlalu suka ama novel percintaan, apalagi yang mainstream akhir-akhir ini dengan anak SMP ato SMA bahkan SD sebagai pemeran utamanya, gue sama sekali gak antusias. Beda ama Ratih yang emang terobsesi untuk jadi penulis.

Kami pun muter-muter dari satu rak buku ke rak buku lainnya di toko itu. Ratih sibuk mencari novel yang sekiranya bagus sementara gue sibuk nyari staff pegawai toko buku yang sekiranya cakep buat dikecengin.

Pas Ratih udah nemu buku yang sekiranya menurut dari Sinopsis bukunya, giliran gue yang sibuk nyari cowok cakep yang mesti nemuin buku yang sekiranya bisa gue baca.

Setelah muter-muter akhirnya ada juga Sinopsis buku yang lucu.

4 Ways to Get a Wife by Hyun Go Wun
 Awalnya sih covernya lucu juga yak, lalu gue liat Sinopsisnya.

<Dicari: Istri Kontrak>

Persyaratan: 
Usia antara 25–30 tahun, fisik sehat, dan penampilan rapi. IQ diatas 130. Memiliki pekerjaan tetap.
Kesepakatan: 
Diberikan uang kontrak dan upah per tahun standar lulusan universitas. Disediakan pakaian dan pembantu rumah tangga Setelah kontrak selesai, akan diberikan keuntungan khusus seperti belajar di luar negeri.
Perhatian: 
Bukan kontrak seumur hidup. Masa kontrak maksimal 3 tahun. Kontrak akandiperbarui setiap tahun. Tidak diperbolehkan adanya kontak fisik atau keluhan apa pun. Lampirkan CV, surat keterangan kesehatan, dan sertifikat tes IQ. Wawancara akan dilakukan setelah lulus seleksi dokumen.


si Ratih langsung semangat 45 rekomendasiin gue beli Novel ini karena sepertinya menarik & nanti dia bisa minjem ke gue kalo gue udah selesai baca. Boleh juga ide si monyet satu itu ngakalin biar hemat :v

Ya udah, akhirnya gue baca ini Novel, emang pada mulanya gue sedikit pusing dan sedikit males buat lanjutin baca karena kompleksnya hubungan pemeran utama si Kim Geon Hyeong sama keluarganya. Dan gue emang gak terlalu found of sama cerita yang komflik keluarga.

Kenapa?
Karena keluarga beruang gue adalah keluarga yang sakinah mawaddah warahmah(?), jadi gue gak terlalu bisa nyambung sama yang komflik keluarga gitu.

Yah, meski pun gitu, komflik di Novel ini gak selebay komflik keluarga di Sinetron-sinetron tanah air kita. Gak ada adegan melotot-melotot dan saling gampar, gak ada juga pemeran yang namanya Amirah.

Mungkin untuk sekedar tambahan Review bisa di baca di sini. Soalnya gue emang gak bakat untuk Review-review an gini. T^T

Cuman untuk orang yang sejenis ama gue, sama-sama manusia, sama-sama bohay juga boleh, sama-sama gak terlalu suka novel percintaan, baca ini novel.
Meski awalnya mungkin membosankan, tapi sampek tengah-tengah jadi makin menarik. Gue aja semalem jadi tidur jam 3-an pagi gara-gara namatin ini Novel. Sampek ngakak-ngakak juga pas di bagian tertentu.

Baca buku ini gue jadi kembali berharap, kalo orang kayak si Geon Hyeong, pewaris dari perusahaan besar Korea, alias C.E.O bisa dateng buat ngelamar gue. ato paling enggak gue jadi berharap bakal ada Iklan untuk nyari Istri untuk seorang C.E.O perusahaan di Koran.

Karena apa?
Karena gue masih yakin bahwa Takdir gue itu emang jadi Istri seorang C.E.O.

#okesip

Tuesday, January 29, 2013

That thing we called Pe.eM.eS.


Awalnya gue gak pernah kenal yang namanya pe-em-es alias PMS itu apa. Pertama denger kata itu waktu gue duduk di bangku SMA. Waktu masih di Pulau Bawean sih gue gak pernah denger istilah-istilah macam itu, apalagi istilah macam Alay, Lebay, Kepo, Ciyus, Miapah, Miayam, dan keluarganya yang laen.

Pertama denger apa itu PMS, dari salah satu temen SMA gue, gue sok aja ngerti. Pas mereka pada ngomongin PMS bikin mereka Bete (ini juga Istilah yang baru gue pelajari di SMA) ato semacamnya, gue asal aja nyambung ke pembicaraan mereka dan akting kayak gue ahli di bidang per-PMS-an ini. Gue berhasil nipu temen-temen gue dengan kemampuan akting gue yang mungkin aja bisa ngalahin acting Mariah Carey sekalipun.

Oke Mariah Carey bukan artis tapi penyanyi. Ini juga gue baru nyadar pas di SMA. SMA bisa dibilang masa perpindahan gue dari jaman Jahiliyah ke jaman Global warming(?).

Secara gue gak mau terus-terusan akting soal PMS -takut ada prosuder lewat dan menyadari ke sempurnaan akting sok tau gue- gue putuskan untuk cari tau apa itu PMS.

PMS adalah kependekkan dari Premenstrual Syndrome, sebuah sindrome yang timbul ketika wanita mendekati masa datang bulannya. Gejala-gejalanya biasanya berhubungan dengan masalah fisik dan emosional. menurt penelitian, ada sekitar 200 gejala yang dikaitkan dengan PMS, tapi biasanya gejala yang paling umum adalah badan jadi sensitif, mood yang buruk, dan jadi mudah stress.

Itu salah satu dari sekian banyak pengertian PMS yang gue rasa paling mudah dimengerti untuk ukuran orang ber IQ setengah jongkok kayak gue.

Oke, jadi intinya kalo biasanya emak gue ngamuk-ngamuk sebulan sekali itu artinya beliau lagi PMS? sip lah, jadi gue harus menghindari emang gue di tanggal-tanggal mendekati masa dia gak bisa Sholat.!

Habis gue tau apa itu PMS, gue lalu mikir. Kayaknya gue gak pernah ngalamin yang namanya PMS yang kayak dialami kebanyakan orang. Ngamuk-ngamuk, bete, ato stress menjelang masa Haid. Kenapa? soalnya tampa PMS-pun gue ini emang Hobby-nya ngamuk-ngamuk. Makasih.

Gue emang dari dulu sifatnya meledak-ledak dan kadang (kata orang) sering juga terlalu nyablak (klo yang gak tau apa itu nyablak, tanya ke orang yang bisa ngomong Bahasa Jawa si sekitar kalian). Gue type yang emang ngeluarin pendapat gue apa adanya yang ada di benak gue.

-Le me ama temen dapet kupon gratisan makan di sebuah resto-

Temen : lumayan lha yah, bisa makan Gratis. wkwkwkw
Gue : Pantes di gratisin, wong makanan gak enak gini. Nambah lagi ya mbak 2 porsi. #likeaBoss
Temen & pelayan resto : .............

Gue baru ngerti apa yang namanya PMS pas gue udah umur 23-an ini. Dan itupun karena temen gue yang bilangin.

- le me BBM-an ama adek gue si Yogies -

Yogies : Mbak, menurut kamu klo ini bla bla bla
Gue : terserah kamu lah, emang ngapain tanya aku?
Yogies : yah.. sapa tau peyan bisa ngasih saran gitu.
Gue : kamu pikir aku costumer service kah?
*semenit kemudian*
Yogies : mbak, PMS yah?
Gue : apa?
Yogies : dari tadi emosinya naek turun ._.

- Le me mikir dan liat lagi tulisan2 di BBM tadi-

Sejak kejadian itu gue jadi melakukan penelitian ke diri sendiri, apa bener gue juga bisa ngalamin yang namanya PMS. Tiap mau menjelang jadwal(?) Haid, gue berusaha untul ngeliat reaksi gue sama hal-hal sekitar gue.

kayak reaksi gue sama tahu isi yang biasanya gue makan 2, gue bisa makan bisa sampek 10? lalu reaksi gue liat muka gue sendiri di kaca apa bisa bikin gue sampek muntah gak hanya mual-mual kayak biasanya? ato reaksi gue liat cowok ganteng yang nge-kos di samping kos gue, apa gue masih bakalan ngiler ato gak.

Nah, hari ini (29-01-2013) gue baru ngalamin itu yang namanya gejolak masa muda hormon di dalem badan gue waktu gue PMS. Jadi temen gue yang emang pada dasarnya gak aware ama hal-hal yang bukan urusannya, gue BBM soal persyaratan SABH (Sistem Administrasi Badan Hukum), gue bener-bener meledak alias ngamuk, sampek gue END CHAT BBM dari dia saking keselnya.

First, harus gue tegasin. Gue orang yang hampir gak pernang ngeEND CHAT BBM di tengah percakapan. Klo udah selesai ya udah di End Chat halan soalnya kan udah selesai urusan, kecuali klo masih ada percakapan yang pengen gue save, BBM dari Brad Pitt yang mau mutusin Angelia Jolie dan kembali ke Pelukanku misalnya.

Gue gak harus lha yah jabarin BBM gue ama temen gue itu, males juga sih nulisnya, gak penting, malah bikin makin kesel. -_-

Sebenernya dalam tulisan ini aja udah bisa dilihat kali ya klo gue lagi PMS? gue nulis ini juga dengan amarah memuncah soalnya. Amarah orang yang (MERASA) gak salah tapi masih aja dituduh. #huh

Kalo gue marah gue bukan orang yang bakal MELEDAK dalam artian sesungguhnya. Klo emang gitu mungkin gue udah lama kurus. #ganyambung

Gue kalo ngamuk bakal diem sediem-diemnya. Gak ngomong, gak nyapa, bahkan gak mau ngelirik orang yang bikin gue marah. Kekanakan? Mungkin. tapi gue merasa lebih baik gitu daripada gue ngomong sama orang yang bikin gue kesel dan akhirnya misuh-misuh dengan bahasa Rapper Amerika yang biasanya di sensor dengan bunyi beeeeeeeeeeeeeeeeeeeb(?) ato apa itulah bunyinya.

Tapi tenang, gue terkenal (iya gue semacam artis di bonbin) kalo gak nyapa orang karena sebel itu hanya tahan 3 hari. Kenapa 3 hari? karena 3 itu sunnah(?). Jadi di hari ke-4 kalian udah boleh nyapa aku lagi, dijamin gue udah gak bakal gigit kalian. oke? ;D


TTD

Orang yg lagi PMS dan sedang kesal

Don't try this at home

Dear Self

Kepada diri sendiri,

Woi.! Ente kan niat untuk rajin nge-blog, ato paling gak, gak ngebiarin Blog gratisan ente ini terlantar sampek berdebu kayak gini. Dodol lu emang. --"

Biasain lah untuk konsisten sama janji lu sama diri lu sendiri. dan berhenti jadi orang males. kalo emang gak ada ide buat nulis, ya paling enggak pasang lirik lagu favourite lu sebagai rekomendasi buat diri lu sendiri ato buat orang yang gak sengaja buka blog plain lu ini ato pasang info-info terbaru.

Kayak berita Raffi Achmad yang ngaku dia gak mengkonsumsi Ganja, tapi mengkonsumsi Janda. Alhamdulillah masih ada artis yang jujur sama hobby-nya mengkonsumsi janda(?).

Ya udah deh, gini aja.
Langsung aja nulis apa aja itu uneg2 ato tulis List makanan sama benda-benda yang udah lu telan dan masukin ke perut black hole lu.
Awas lu kalo biarin blog ini berdebu kayak gini lagi. Gue sumpahin cantik lho baru tau rasa. -_-


Sincerenly

Yourself   

 

Tuesday, December 4, 2012

A K H I R N Y A

Akhirnya~!! Akhirnya Biola gue berbunyi juga >__< <3

Setelah lebih dari 2 minggu gue beli biola, akhirnya kemaren hari Minggu berbunyi juga itu Biola. Ternyata kemaren gak bunyi kareta alat gesek(?)nya masih baru dan masih belom aku gesek-gesekin ke Rosin, benda semacam batu(?) yang mirip sama Karamel di bekukan.

Gue pikir awalnya rusak O////O *malu*

Yah, walopun gue baru bisa dasar-dasar maen biola dan baru bisa memainkan lagu Twinkle Twinkle Little Star, dan itu pun masih kaku maennya, tapi gue udah cukup bahagia kok~ <3

Mulai sekarang akan lebih giat lagi belajar. Yosh!


- Tumben Jurnalnya bener -