Thursday, November 14, 2019

Introspeksi daripada menyalahkan

   Beberapa hari lalu saya baru kembali dari pulau kelahiran. Karena ada perayaan Maulis Nabi, saya dan suami memutuskan untuk menutup toko dan kantor di rumah dan kembali ke kampung halaman. Karena disana, Maulid Nabi dirayakan secara besar-besaran dan meriah. Tali silaturrahmi terjalin dengan sangat solid dan penuh suka cita.

   Di pulau kelahiran itu saya jadi banyak mendengar kajian dan obrolan santai penuh makna dengan remaja masjid, atau pun ayah saya yang baru saja memulai masa pensiunnya dari pekerjaan. Berbicara dari hati ke hati membuat saya menyadari banyak hal, dan dalam beberapa hal, menerima tamparan menyakitkan tentang diri saya. Betapa saya ini masih belum juga pandai bersyukur dan selalu mengeluh.

   Saya selalu saya menemukan hal untuk dibuat sarana(?) saya untuk mengeluh. Tentang kantor saya yang tidak menghasilkan uang, tentang saya yang tidak memiliki uang untuk berbelanja banyak hal seperti teman-teman saya yang lain, tentang saya yang tidak juga dikaruniai anak selama tiga tahun pernikahan saya, tentang hal apapun. Saya selalu mengeluh.

   Padahal sekarang, setelah saya berpikir dengan kepala dingin dan dengan ketenangan yang mulai saya dapatkan secara perlahan ini, saya bisa melihat bahwa hidup saya jauh lebih beruntung dari kebanyakan orang di luar sana. Saya masih memiliki kedua orang tua yang sehat, keluarga yang rukun, suami yang sabar dan bertanggung jawab, tidak pernah kekurangan makanan untuk setiap harinya.

   Teman saya sejak kuliah strata 2, Inyes, bertanya pada saya "Apa sih yang sebenarnya kamu kejar kat? Rumah sudah ada, kamu tidak memerlukan poin seminar untuk pindah kantor, kamu tidak menyewa kantormu karena itu rumahmu, kamu punya suami yang melihatmu seperti kamu adalah semua jawaban dari doa-doanya. Orang tuamu menyayangimu." lalu dia menambahkan, "Kita jangan melihat standar hidup orang lain, karena tidak akan ada habisnya."

   Lalu percakapan dengan ayah saya minggu lalu di pulau, bahwa kehidupan saya sekarang tidak bisa dibandingkan dengan kehidupan ayah dan ibu saya ketika mereka baru memiliki saya sebagai anak pertama. Dimana mereka diusir dari rumah salah satu paman saya lalu diberikan pinjaman tempat tidur asal bisa membuat kamar sendiri. Sehingga ayah saya mencari triplek dan membuat sekat untuk kamarnya bersama ibu dan saya kala itu. Dimana ibu saya harus berjualan apapun ke pasar dan akan menangis ketika jualannya tidak ada satu pun yang terjual. Ibu saya adalah anak bungsu dari 7 bersaudara, dahulu dimanja dan harus hidup seperti itu ketika sudah menikah dan mempunyai anak. Harus merasakan kerasnya hidup dimana ketika membeli bakso dengan uang 50 rupiah hanya akan mendapatkan satu biji pentol dan kuah saja. Itupun dimakan berdua dengan saya.

   Saya menangis. Menangis dan terus menangis.
   Sungguh tidak bersyukurnya saya. Ketika sekarang saya hidup di sebuah rumah bertingkat 2 dengan 8 kamar, rumah yang juga memiliki ruangan untuk kantor Notaris saya dan juga sekarang toko kelontong yang bisa memberikan uang yang tidak sedikit untuk saya belanjakan. Begitu pun saya masih saja mengeluh.

   Astaghfirullah...
   Saya akan berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Saya akan berusaha untuk menjadi makhluk dan umat Islam yang lebih pandai bersyukur dan beribadah. Saya akan berusaha untuk menjadi anak yang lebih berbakti, dan menjadi istri yang lebih menurut pada suami. Saya akan berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi mulai sekarang.

   Semoga Allah mendampingi saya dalam menjalankan niat ini.
   Amien...

Sunday, September 29, 2019

Buka Toko sebagai jaminan masa depan(?)

Terkadang saya memikirkan banyak hal.
Apa sih yang saya ingin lakukan?
Apa sebenarnya tujuan saya hidup?
Saya ini sebenarnya hidup untuk siapa?

Ah, setelah saya pikir lagi, semua hal diatas ini tidak lebih dari karena tingkat kejenuhan saya terhadap hidup. Karena saya sering merasa, semakin bertambah umur kok saya tidak kemana-mana. Selalu saja berjalan di tempat, bahkan melangkah mundur?

Di usia saya yang sudah menginjak 30 tahun ini, saya merasa saya belum mencapai apapun. Tentunya ini hanya pemikiran saya saja, walau pada kenyataannya seharusnya saya lebih pandai bersyukur. Tidak semua orang bisa memiliki apa yang sama miliki sekarang. Suami yang mencintai saya, rumah saya sendiri, orang tua yang masih lengkap, keluarga yang (insyaAllah) selalu bahagia, jabatan saya sebagai Notaris, dan sebagainya.

Walaupun kantor saya seperti kuburan di malam hari -hanya ada beberapa pengunjung saja yang mungkin ingin mengambil tali pocong ato tanah kuburan untuk jimat(?), saya seharusnya tetap bersyukur atas semua anugerah Allah pada saya. Namun, ada saja yang membuat saya mengeluh. Kantor sepi lah. Tidak ada pemasukan lah. Apalah. Dasar manusia,

Kepala saya juga dipenuhi pertanyaan yang tidak baik seperti, apa sih gunanya saya buka kantor Notaris kalau tidak ada hasilnya? Mengapa juga saya dulu mau saja mengikuti perintah ayah saya untuk bersekolah di jurusan Hukum dan Kenotariatan demi mengejar jabatan Notaris yang sekarang justru terasa membebani saya. Saya ini hidup untuk diri sendiri atau ayah saya sebenarnya?

Yah, pemikiran tolol.

Tentu saja ayah saya hanya memikirkan yang terbaik untuk saya. Sebagai ayah yang memiliki dua anak perempuan dan seorang anak laki-laki, ayah saya ingin saya, anak perempuannya yang pertama untuk memiliki pekerjaan yang tidak membuat saya harus keluar rumah. Sehingga jika saya menikah, saya bisa tetap mengurus rumah, suami dan (insyaAllah) anak saya pun masih bisa bekerja di rumah, di kantor sendiri. Saya tidak harus bekerja pada orang, dan syukur-syukur bisa memberikan pekerjaan pada orang lain sebagai staff di kantor saya. Meskipun belum bisa melakukan itu semua untuk saat ini, saya yakin, bismillah, Allah akan memberikan saya kesempatan untuk melakukan semua impian ayah saya suatu saat nanti.

Nah, berbekal keyakinan baru saya itu saya teteap membuka kantor saya hahahahah
Juga, sekarang saya akhirnya memiliki kegiatan baru selain menunggui kantor Notaris saya yang sepi seperti kuburan (krik!). SAYA BUKA TOKO HAHAHAHAH

Iya, jadi demi membayar listrik dan wifi, saya pun sekarang jadi penunggu toko milik sendiri.

Awalnya ayah saya mengatakan, apakah saya tidak malu untuk menjaga toko? Berjualan benda-benda kebutuhan rumah tangga, telur dan sebagainya.

Pertanyaan yang aneh.
Untuk apa malu yah. Orang bukan jadi maling. Kalau jadi maling, apalagi maling uang negara itu yang seharusnya malu, iya gak? wkwkwk

Hari ini, usia toko saya baru 29 hari, dan ternyata menjadi penjaga toko sendiri itu menyenangkan. Cuma tinggak duduk, sambil baca buku ataupun menulis blog seperti sekarang pun bisa. Jika ada orang ingin membeli sesuatu, dilayani dengan penuh senyum, lalu lakukan lagi kegiatan menunggu pembeli sambil membuat makanan, membaca buku, menulis, bahkan tiduran sambil menonton video di kanal youtube. Semua bisa dilakukan. Santai, namun tetap bermanfaat.
Penampakan Toko saat awal buka
Kantor saya?
Tenang saja. Toko dan kantor saya kan berada di rumah saya. Jika ada suara bel tanda ada tamu di kantor, saya tinggal berjalan cepat ke ruangan sebelah untuk memberikan pelayanan hukum sesuai dengan kode etik yang dipegang jabatan saya, hehe.

Alhamdulillah ya Allah...
Karena walau banyak cobaan yang engkau berikan sebagai rasa sayangmu padaku, engkau masih memberi kesempatan untuk saya agar lebih pandai bersyukur atas setiap nikmat yang enggak berikan pada saya dan keluarga.
Jangan lelah mendengar keluh kesah hambamu ini, karena namanya juga manusia, kadang suka khilaf, hihi :)

Saya akan semangat!
Mulai sekarang akan mengisi kembali blog ini, sambil mengisi waktu luang kala menjaga toko. Semoga saya niat saya untuk kembali rajin menulis ini tidak berhenti di tengah jalan yah. Hahaha

Salam hangat,
Ikat Rina

Thursday, April 19, 2018

Me and My second Unborn child

   Ah, ternyata blog ini sudah hampir 1 tahun tidak saya buka.

   Bukan karena saya malas atau sudah kehilangan minat untuk menulis, tapi karena alasan lain yang selama satu tahun ini saya hadapi. Masalah kejiwaan saya.

   Di jurnal saya sebelumnya saya sudah menulis bahwa saya mengalami keguguran di bulan keempat saya menikah (April 2017), di bulan Agustus saya (Alhamdulillah) hamil kembali. Betapa bahagia saya dan suami kala itu.

   Kami berusaha untuk lebih berhati-hati kali ini. Saya membatasi kegiatan saya sehari-hari, bahkan suami rela mencuci pakaian kami berdua sendiri karena mesin cuci kami berada di lantai 2 dan dia melarang saya naik turun tangga. Kegiatan saya lebih kepada tidur, makan, dan tidur, or some people called bedrest.

   Waktu kehamilan saya berhasil melewati bulan kedua, saya semakin bahagia karena kehamilan pertama tidak berhasil melewat masa dua bulan. Namun memasuki bulan ketiga, ketika saya selesau sholat maghrib, saya mengalami pendarahan.

   Kami sangat terkejut karena kami melakukan semua anjuran dokter. Tidak banyak beraktifitas, makan makanan yang sehat dan minum 'penguat' dari dokter, juga tidak melakukan hubungan suami istri hingga lewat bulan keempat. Kami melakukan semua yang dikatakan oleh dokter dan saya tetap mengalami pendarahan.

   Suami saya menyuruh saya untuk tidak panik dan membawa saya ke UGD. Saya tidak merasakan sakit sama sekali, tidak seperti waktu akan mengalami keguguran yang pertama dulu, sejak pendarahan pertama rasa sakit sudah menyiksa sekali saya rasakan.

   Sedikit harapan saya rasakan ketika dokter kandungan saya mengatakan bahwa janin dalam rahim saya masih baik-baik saja dan masih bisa dipertahankan. Saya diminta tetap minum penguat dan beristirahat total. Karena tidak dianjurkan untuk menginap di rumah sakit, kami pulang kerumah,

   Tidak sampai satu jam kepulangan dari rumah sakit, saya merasakan sakit yang teramat sangat di perut saya. Saya menangis hebat karena sakitnya tidak tertahankan. Dan ternyata Allah kembali mengambil calon anak kami untuk yang kedua kalinya, tepat di hari ulang tahun ayah saya yang begitu mendambakan sosok cucu pertama dalam keluar yang akan saya lahirkan itu.

   Melihat kekecewaan di wajah suami dan ayah saya, membuat saya terjatuh dalam rasa bersalah yang dalam. Saya menjadi tidak bisa menjalani hari-hari seperti sebelumnya. Yang saya bisa lakukan hanya menangis dan menyesali semua hal yang menimpa saya dan keluarga ini. Walaupun suami dan keluarga tidak ada yang menyalahkan saya atas ini dan justru membesarkan hati saya setiap harinya, saya tetap terjatuh dalam jurang depresi dan penyesalan yang terdalam.

   Saya sempat berpikir untuk mengakhiri hidup saya pada masa itu, namun saya berpikir akan banyak orang yang tersakiti jika sala melakukan itu. Tidak akan adil untuk suami dan keluarga saya karena saya yakin mereka masih mencintai saya.

   Dengan dukungan dan cinta yang diberikan oleh segenap keluarga, terutama suami, saya bisa kembali merasakan betapa hangatnya hidup. Saya bisa beraktifitas seperti sedia kala, walau saya masih merasa trauma untuk kembali hamil. Hingga detik ini.

   Namun saya tidak bisa begini terus. Seperti kata saya, tidak akan adil bagi suami saya jika saya terus begitu. Saya harus semangat! Saya harus bisa yakin bahwa Allah tidak akan memberikan ujian yang tidak bisa dihadapi oleh makhluknya. Dan Allah akan memberikan akhir yang bahagia dalam kisah saya pada akhirnya.

   Amien.
   (Doakan saya selalu kuat)

Monday, July 17, 2017

[Curhat?] Bullying bisa terjadi pada siapa saja? True.

Oke, jadi disini saya ingin menulis tentang masalah yang belakangan sering ditanyakan orang pada saya, terutama dari kalangan teman-teman saya yang sampai saat ini masih belum dipertemukan dengan jodohnya alias 'masih sendiri.

"Kok bisa sih elu nikah, kat?"

Nah, itu.
Pertanyaan yang tidak pernah saya pikir akan ditanyakan orang pada saya itu tiba-tiba saja dilemparkan oleh beberapa orang. Bahkan teman dekat saya juga berkata : "Gue gak nyangka elu bakalan nikah."

Saya sendiri tidak mengerti maksud dari mereka menanyakan dan mengatakan hal tersebut diatas. Yah, saya anggap saja sebagai murni datang dari rasa penasaran mereka tentang bagaimana orang keturunan beruang ini bisa mendapatkan jodoh dari spesies manusia.

Iya, tau, gak lucu.

Sunday, June 18, 2017

Martabak manis, Terang bulan, Pulu pinang?

   Mau tanya dong.
   Apa nama makanan yang terbuat dari adonan tepung yang di masak di atas Teflon gede(?), yang ditaburi keju ato meses ato kacang dkk diatasnya lalu kadang diaksih susu kental manis sesuai selera yang mesen di tempat kalian?

   Martabak manis?
   Terang Bulan?
   Ato Pulu Pinang?

  Pasti kalian yang baca jurnal gak penting ini (gak ada), pernah denger perdebatan(?) soal nama dari makanan ini.

   Sekarang lagi happening kan Martabak ala-ala yang sering dijual di berbakai akun instagram kuliner. Yah, kebanyakan namanya “Martabak manis”.

   Sebagai orang yang berasal dari pulau terpencil, awal gue tau makanan itu disebut martabak manis adalah ketika gue kuliah. Sekitar taun 2006-2010 lha. (Iya, gue emang udah tua).
  
   Waktu itu, geng-gengan gue masa kuliah, Tomato Girls –kumpulan gadis berpipi bulat- lagi jalan-jalan ke mall. Sekedar info, dulu gue ini sangat amat jarang sekali ke mall, karena uang jajan gue dulu 100rb untuk seminggu udah merangkat uang angkot untuk pulang –jadi kudu hemat.

   Jalan-jalan ke mall sekedar klo salah satu anggota tomato girls ultah, alias ada traktiran. Wkwkwkw

   Waktu jalan-jalan itu, Dian –member tomato girls asal lamongan, mencium sesuatu yang entah apa, lalu nyeletuk “Eh, baunya enak. Kayak bau martabak manis.”

   Lalu anggota geng yang laen melongo. Martabak manis? Perasaan kok mau Pizza deh…

   “Martabak manis apaan toh yan?” – tanya Nyosi
   “Itu lho.. yang ada topping meses, keju dkk?”
   “LHA itu Terang bulan keleeesss”
   “Pulu pinang bukan?” – gue yang masih katrok gak ngerti nama makanan di Surabaya.

   Iya, gue tuh taunya nama makanan yang lagi kekinian itu sebagai ‘Pulu pinang’, sementara Nyosi dan Rahmi mengenalnya sebagai ‘Terang Bulan’ dan Dian –orang lamongan tapi berasa dari Jakarta- mengenalnya dengan ‘Martabak manis’.

   Sebenernya gak penting juga sih di ributin, toh pesen Terang bulan atau Martabak manis datengnya ya bentuknya sama. Kecuali pulu pinang, mas penjualnya bingung. Entah masnya yang emang gak pernah denger istilah itu, ato emang gue yang masih katrok pake istilah itu.

   Beberapa hari yang lalu, ketika abis teraweh jamaah sama keluarga, Bapak gue tiba-tiba nyelutuk sambil makan pastel bikinan emak.

   “Kalian tau ndak kenapa terang bulan disebut pulu pinang di pulau kita?”

    Tiga curut turunan sang bapak geleng-geleng kepala.

   “Jadi dulu makanan itu asalnya dari Pulau Pinang, makanya orang bilang itu pulo pinang, artinya semacam berasal dari pulau pinang…”
   “Hoo….”


   Entah apakah penjelasan bapak gue itu benar ato ndak –secara bapak gue kadang suka sengklek ngerjain anaknya gak kira-kira, tapi untuk sekarang gue akan percaya. Sampai ada argument yang mengatakan sebaliknya. #apasih

   Jadi, apa sebutan makanan kekinian itu di tempat kalian? :')

Monday, May 29, 2017

Ramadhan Kareem Guys~

   MARHABAN YA RAMADHAN~
   Guys, Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan bulan suci penuh berkah dan ampunan ini lagi ya guys.

   Mohon maaf jika gue ada salah-salah kata dalam penulisan, yang disengaja maupun tidak. Sebenarnya itu karena gue ini emang hobi sama yang namanya Typo :( *alibi*

   Sebenernya (lagi), gue mau update soal Konser K-pop grup BTS di Jakarta tanggal 29 April 2017 lalu, tapi karena gue memutuskan untuk nulisa dalam bahasa inggris dan bahasa inggris gue itu pas-pasan menuju minus, jadinya gak kelar. Sementara bulan mei udah mau kelar, jadi sesuai komitmen (halah) kalau gue bakalan update blog ini paling enggak sebulan sekali, jadi gue update seadanya dulu yah. Huhuhu ;;; *sedih

   Anyway, Puasa kali ini sedikit beda buat gue.
   Kenapa?
   Karena ramadhan kali ini gue udah bareng Suami. Heheheh...

   Bittersweet lha yah untuk orang males kayak gue ketika puasa bareng suami. Diluar gue emang gak bisa masak, gue ini males. Jadi tiap sahur yang bangunin suami dan masak seadanya aja. Untung sih masih tinggal sama ortu karena rumah gue belom bisa ditinggali (masih renov), kalau enggak bingung dah gue mau masak apaan untuk suami yang gak makan ayam maupun daging itu.

   Untung suami gue ngerti kondisi istrinya ini, yang males dan gak bisa diandalin, jadi dia maklum dan makan apapun yang gue masak. Tetep bilang enak pula walau aslinya agak gosong ataupun keasinan. Hahaha

   Yah, pokoknya untuk yang menjalankan Ibadah puasa ini. Semangaaaat!!
   Bismillah lancar hingga lebaran kelak.
   Amiiiiiinnn....~

Friday, April 21, 2017

[Random Entry] Selamat Hari Kartini! Dan selamat datang pemeriksa kantor(?)

   SELAMAT HARI KARTINI GUYS~~
   Semoga semangat R.A Kartini tetap melekat di diri kita semua, wanita-wanita Indonesia. *apasih

   Dan tepat di hari Kartini ini, kantor gue -iya, gue udah resmi buka kantor dan udah ada karyawan juga- akan diperiksa oleh Majelis Pengawas Daerah (insert nama kerjaan gue yang tidak boleh di umumkan karena akan termasuk perlanggaran kode etik tentang promosi diri sendiri).

   Gue super deg-degan banget!
   Sampek rasanya gue pengen boker ditempat. Gue takut nanti pas proses pemeriksaan kantor, akan tercium bau tak sedap yang berasal dari dalem celana gue. *ngeri*

   Doakan gue ya guys.! Semoga gue lolos dalam pemeriksaan pertama ini. Huhuhuhuh.... *takut*   

Wednesday, April 19, 2017

[Travelling] I almost Killed Will Smith

   Oke, guys, jadi Alhamdulillah, kali ini bisa upload entry di bulan April dan ndak kosong lagi haha

   Kali ini gue mau cerita soal perjalanan hanimun (pret) ke Thailand bareng suami (yaiyalah, masak honeymoon sama tetangga). Gak nyangka orang kere kayak kami ini bisa hanimun ke Thailand.

   Nyolong?
   Rencananya emang gitu kalo mepet. Malah udah siap-siap jaga lilin biar suami yang ngepet. #eh

   Ceritanya, kami ini dapet hadiah dari om. Hadiahnya nyempil di rombongan kantornya yang mau liburan kesana. Jadi alhamdulillah, meski ikut gratisan, kami bisa juga hanimun ke luar negeri hahaha *buka aib*

   Pasti akan lamaaaaaa jika diceritakan secara detail, dan karena memang jadwal kami di sono padet (sepadet lemak di badan saya), jadi akan diceritakan secara bertahap. *halah

   Di entry ini, khusus akan bercerita soal kunjungan kami dengan rombongan ke Museum patung lilin - Madame Tussaud di Bangkok. Sebenarnya kunjungan ke museum ini tidak termasuk dalam jadwal yang dari travel kami, tapi karena sebagian besar dari kami penasaran (karena emang belom pernah ke sono dan khusus gue jadi ngerasa katrok banget begitu dipamerin bokap yang pernah ke sono) akhirnya Guide kami, si Nong Nong alias Aciap, membagi waktu untuk belanja ke MBK Shopping Center dan ke Museum Madame Tussaud ini.

Thursday, March 16, 2017

[Random Entry] Pembelaan diri(?)

   Yah, jadi disini saya akan melakukan pembelaan diri atas penelantaran blog ini untuk kesekian ribu kalinya. *nangis*

   Seperti yang daku katakan di entry sebelumnya, bahwa benar adanya pemilik blog ini sudah menikaaaaaah, ahahahahaha, Yah! Tak diduga ada juga manusia khilaf yang mau menikah spesies turunan beruang dan makhluk purba ini. :'))))

   Jadi, daku resmi menjadi istri orang pada tanggal 16-12-16 lalu. Yes, cantik yah tanggalnya, padahal tidak direncanakn untuk memilih tanggal cantik tapi karena waktunya pas, jadi pernikahan diadakan juga di pulau kelahiran kedua mempelai, Pulau Bawean. Nama kerennya Boyan Island (kemeringris emang).

   Pernikahan itu 3 hari, Jum'at akad dan acara dirumah suami. Sabtu rehat(?) untuk masak dan persiapan walima hari Minggu. Lalu hari Minggu itu Walimah. Capek sih, mana pake ada acara keujakan diatas pelaminan pula. Maklum, pelaminannya di samping kandang ayam dan nyempil dijalanan kampung, jadi gak bisa gede dan terpalnya kurang kokoh jadi ketiup angin langsung basah semua. (Alhamdulillah gak terbang seperti yang ada di berita E100 suara Surabaya(?).

   Niat hati setelah menikah itu langsung update blog, tapi namanya dibawean gak bisa dengan mudah dapat Wifi untuk update blog, dan meski rumah suami ada wifinya begitu ada disana waktu tersisa untuk acara ini-itu dan ngobrol sama keluarganya, jadi lupa mau nulis :'(

   Lalu ketika kembali ke pulau Jawa, eh, sudah disambut kesibukan untuk resepsi pernikahan yang kami adakan tanggal 26 februari 20117. Iyah, Resepsinya dua bulan setelah akad.

   Sekedar info, MasyaAllah... Resepsi itu cuapek banget. Daku berasa akan pingsan waktu di gedung dengan tamu ayah (bukan tamu gue, karena temen-temen gue yang dateng cuma dikit dikarenakan berbagai alasan yang tidak bisa ditinggal -maklum, kebanyakan temen gue sukses(?)). 

    Kalau gak inget bahwa gak akan ada yang bisa ngangkat badan gue yang setara Hulk dan Buto Ijo ini, mungkin gue udah pingsan. Tapi gue bertahan karena kasian nanti sama yang kebagian ngangkat badan gue ini. Pasti gak kuat. T_T

   Lalu sekarang gue lagi sibuk ngurus pembukaan kantor. Cieeh... iya, akhirnya gue punya kantor sendiri, walau belum lengkap isinya, termasuk belum nemu karyawan (kalau mau ngelamar, gak usah, saya sudah dilamar Pak A.R(?))

   Jadi begitulah kawan, harap maklum yak T^T
   Semoga kedepannya bisa paling tidak satu bulan sekali update di blog ini. Mau berhenti nulis juga eman alias sayang. Domainnya udah keren gila gini mau ditinggal. #kibarPoni

    Sekian dan Terima Kasih

    Beruang yang sudah menemukan tambatan hatinya yang berasal dari spesies yang sama. (Iya, suami juga endut-endut lucu gitu) #hush

Tuesday, December 13, 2016

[PENGUMUMAN] I am getting Married! #Serius

   Iya, gak salah baca judul jurnal kok.
   
   GUE BENERAN MAU NIKAH!

   Jadi, gue punya alasan untuk lagi-lagi nelantarin blog ini selama bulan November kemarin. Padahal di draft blog ini udah ada 2 draft Review film Dr. Strange dengan Fantastic Beast (and where to find them) tapi gak sempat untuk nulis sampai selesai dan akhirnya gak mood lagi untuk ditulis. Sedih.

   Gue sibuk sama persiapan nikah gue.
   Hari ini gue masih dalam masa Pingitan, alias dikurung dan gak boleh kemana-mana, juga gak boleh ketemu siapa-siapa. Secara rumah emak gue di desa konoha (daun), gue pun diungsikan ke kota, tempat rumah nenek kakek gue dulu tinggal. Gue memang tinggal di rumah ini sejak umur 5 taun sampek pindah ke pulau jawa masa SMP Cawu 2.

   Sebenernya gak usah ngungsi juga gak apa-aapa sih, cuma di kota lebih enak nyari tukang lulur pengantin, dan juga gue gak mau di rumah satunya karena bakalan banyak tukang dkk untuk persiapan Akad dan Walimah gue yang akan dilaksakan pada tanggal 16 Desember 2016 dan 18 Desember 2016 besok.

   Meski cepet proses taaruf gue, kok ya kebetulan tanggal nikah gue tjantiek lho guys. 16-12-16. wkwkwkw

   Iya, gue emang Taaruf sama calon laki gue ini.
   Sebenernya sejak jaman baheula gue ini udah sering Taaruf. Sejak jaman SMA mungkin yah. Soalnya gue ini bisa dibilang termasuk yang tidak setuju sama yang namanya Pacaran dan sebagainya, untuk diri gue sendiri ya men, kalau kalian sih terserah aja, toh urusan kalian (kudu hati-hati sekarang, banyak yang suka tersinggung). Dosa men.

   Gue gak usah pacaran aja udah penuh dosa, apalagi pacaran. Kalian semua suci aku penuh dosyaaah~ *BGM - Bed gel*

   So, selama gue taaruf-taaruf itu, belum ada yang cocok sama gue dan berakhirlah gue jomblo bertaun-taun hingga memfosil. Yah gue pernah deket sama beberapa cowok tapi gak sampek yang namanya pegangan tangan apalagi cipokan. Geli men. Belum Muhrim. Sama keluarga gue aja gue risih nunjukin kulit gue. apalagi sama orang luar rumah wkwkwk

   Kilat(?)nya guys, gue taaruf sama calon laki gue ini. Alhamdulillah kok ya sama-sama cocok. Calon gue ini bahkan dulu sudah beberapa kali juga taaruf dengan beberapa cewek, sampai ke malaysia dan singapura juga. Tidak berlanjut dan putus di tengah jalan.

   Karena udah sama-sama cocok, keluarga udah sama-sama kenal dari dulu, kami memutuskan untuk menikah. Persiapan pernikahan pun dimulai sekitar bulan Oktober, dan akan dilangsungkan 3 hari lagi.!!
  
   Cepet?
   Mungkin untuk sebagian orang iya. Tapi disini, jika Allah sudah berkata, apa kita bisa menolak? #Cieh #BahasaGue

   Jadi intinya, gue bakalan kawen! Bakalan jadi Istri orang!
   Doakan gue ya guys.
   Semoga bisa menjadi istri dan calon ibu yang baik bagi anak-anak. (Amiiin)
   Semoga kami bisa membina keluarga yang Sakinah, Mawaddah, Warahmah.
   Amin ya Allah...

   PS : Inget kan kalau gue ini gendut? Mirip beruang? Yes, gue masih gendut kok. Ini aja kudunya makan pisang doang sebelum nikah, gue malah ngemil bakso, makan ayam goreng dkk. Untung calon laki udah pasrah(?).

   PSS : Sesama klan beruang disana yang masih belum mendapat pasangan. Don't worry guys. Jodoh, Rejeki dan Mati itu udah ada yang atur. Sabar aja yaaaah~ Semua akan indah pada waktunya. #Cieh(2)

Monday, October 24, 2016

[Review] Miss Peregrine's Home for Peculiar Children Movie



   Oke.
   So, hari sabtu kemaren, tanggal 8 Oktober 2016, gue, Icha, Resti dan Hiday nonton Miss Perefrine's Home for Prculiar Children di XXI PTC Surabaya. Sekalian gue mau nyari sepatu. Jadi gue berpikir ya kenapa enggak gue review aja movie ini. Itung-itung ngisi blog terlantar gue. *lalu baru dilanjutkan nulis beberapa minggu setelah nonton* (ingin menghela nafas panjang dengan kemalasan ini)

   Kisah film ini dimulai dengan Jake, cowok ganteng yang megang tali di poster diatas, yang nelpon kakeknya di suatu sore yang indah. Kakehnya, Abe, terdengar panik karena pistolnya hilang yang ternyata diambil oleh ayahnya si Jake.

Friday, October 21, 2016

[EVENT] Big Bad Wolf Book Sale Surabaya - VIP Pass

3 ransel dan 2 plastik besar, total belanjaan bareng teman
   Oke guys,
   Seperti yang gue tulis di blog ini beberapa waktu lalu, gue berencana pergi ke event bertema bazar buku murah, Big Bad Wolf yang tahun ini alhamdulillah ada di Surabaya. Nah, blog gue kali ini adalah laporan berjalannya event tersebut.

   Bagi book lover, bookworm, atau Tsundoku seperti gue (yang suka beli buku tapi belom tentu dibaca), event ini menjadi semacam surga. Atau ladang racun untuk dompet dan isi ATM.

   Yah walaupun gue ke event ini karena pengen beli buku karya Cassandra Clare, The Bane Chronicles dan berniat untuk tidak kalap membeli yang lain. Tapi pada akhirnya gue kalap juga dan membeli semua series The Mortal Instruments karya mbak(?) Cassandra juga yang notabene sudah gue punyai (dan baca) dirumah tapi beda cover. Iya, beca cover. Juga karena yang punya gue versi terjemahannya sementara yang di event BBW ini English version.

   Gue langsung bokek seketika.

   Jadi mari gue ceritain dulu dari awal keberangkatan ke event ini yah..

   Informasi paling penting : Gue bolos kerja untuk bisa datang ke event ini. Kenapa??? Karena VIP pass yang gue dapatkan itu untuk tanggal 19 Oktober 2016. Dan itu adalah hari Rabu. Yes, hari kerja.

   Demi Magnus Bane gue pun bolos. Kapan lagi bisa beli buku hardcover harga Rp 70.000,- #plak

   Jadi gue berangkat jam 8.30 pagi bersama temen gue, si Resti dan Idha, temen ngaji sekaligus adek kelas di SMP dan SMA yang bertemu kembali beberapa bulan lalu. Sebenarnya kami berniat berangkat jam 8 dari Gresik, soalnya kudu jemput Icha Markocha di kosnya yang makan waktu 1 jam dari rumah, tapi karena si Resti dan Idha mules, jadi molor setengah jam. Tapi alhamdulillah juga, daripada mereka kecipirit di JX Internasional (tempat eventnya) kan berabe juga.

   Kami sampai di tempat acara jam 10 pagi, heran kenapa tidak ada tempat pemeriksaan untuk bisa masuk, karena ketika gue, Idha dan Icha masing-masing dapat VIP Pass katanya akan diperiksa menggunakan kartu identitas. Ini untuk mencegah yang tidak dapat VIP pass untuk masuk sehari sebelum hari pembukaan resmi yaitu tanggal 20 Oktober 2016.

   Ternyata kami disuruh masuk begitu saja tanpa pemeriksaan. Disini kami merasa agak kecewa karena tempat event sudah penuh dan katanya tidak semuanya memiliki VIP Pass. Kan sama aja berarti bisa masuk semua. Sedih.

Friday, October 7, 2016

[Emak] dan Jessica-Mirna

   Bro, udah Oktober aja bro.
   Lumayan lha gue nulis jurnal lagi bulan ini (sebelum lupa lagi). Paling gak nanti blog gue ini gak begitu kosong wkwkwk

   Jadi, kalian yang tinggal di Indonesia pasti lha tau soal kasus kopi sianida yang (katanya) menjadi alat pembunuhan mbak Mirna Salihin. Terdakwa atas pembunuhan mbak Mirna adalah temennya sendiri, Mbak Jessia.

   Gue sendiri, jujur, gak pernah mantengin tv buat nonton siaran langsung persidangan kasus Kopi-Sianida ini. Yah, selain emang gue gak nonton tv kalau bukan untuk nonton Upin-Ipin, gue gak begitu juga sih sama kasusnya mbak Jessica-Mirna ini. Masak ya tiap minggu, di 2 saluran tv nasional dari pagi sampai malam nampilin sidang mulu.

   Jangan berprasangka buruk dulu ya bro. Gue beneran gak nonton. Yang nonton dan ngikuti sidang kasus ini itu emak gue. Bahkan emak nonton siaran ulangnya di keesokan harinya.

   Seperti biasa, kalau emak lagi ngikutin sesuatu, seperti waktu dia lagi Hype sama Uttaran, dia akan menceritakannya pada siapa? Ya Gue lha -_-

   Pokoknya setiap ada sidangnya si Jessica ini, emak selalu heboh. Nyeritain bagaimana kronologi kasus dan jalannya persidangan dari awal sampai akhir. Bahkan emak hafal nama-nama dari saksi ahli yang hadir di persidangan (dan masa lalu mereka).

   "Kak, masak saksi ahli yang didatengi Jessica dari Australi (iya, emak ngomngnya A-U-S-T-R-A-L-I) itu ditankep sam imigrasi. Soalnya katanya visanya visa liburan, bukan visa jadi saksi di persidangan. Terus katanya dulu bapaknya pernah ke Indonesia bla bla... *lanjutkan sampai maghrib*"

Monday, October 3, 2016

[INFO] Big Bad Wolf Book Sale Surabaya

   Guys!!
   Gue ada info untuk book lovers seluruh dunia nih. Terutama yang pengen beli buku tapi duit terbatas untuk kalap di toko buku, kudu, wajib, fardhu ain hukumnya dateng ke even ini.!

   Gue pun tahu soal event ini dari mbak Ambudaff (yang aktif di fanfiction.net ato Harry Potter InsyaAllah kenal sama mbak ini). Gue sih ndak tau ada event namanya Big Bad Wolf, syukurlah mbak ambudaff nge-tag gue di facebook.

   Event Big Bad Wolf ini ternyata event yang udah tenar banget di kalangan book lovers, yah karena gue ini book lovers musiman dan pilih-pilih(?) jadi gue kudet banget. Alhamdulillah ya akhirnya gue ngerti soal event ini, dan kali ini diadakan di SURABAYA! YEES!

  Gue ke event ini untuk nyari buku di Fandom Harry Potter (J.K. Rowling) dan The Mortal Instruments (Cassandra Clare) yang versi bahasa inggris. Mengingat gue udah beli lengkap yang versi Indonesianya, sekarang maruk pengen yang versi inggris. Yang katanya di event ini harganya bakalan dibawah 100K semua. GEELAAAAAA, buku English Ver biasanya diatas 200 semua :'))) *senang bukan kepalang*

   Oke, ke infonya yak.
   Event ini akan diadakan tanggal tanggal 20-31 Oktober 2016. Catet yak!
   Bukan 24 JAM NONSTOP!! Sekali lagi, 24 JAM NON STOP!!
   Event diadakan di JX International, Surabaya.

   Jadi buat kalian yang pengen dateng, bisa dateng kapan aja. Kalian masih baru bangun tidur, masih bau jigong belom sikat gigi pun bisa dateng. Abis sholat subuh (buat yang rajin) langsung cus kesono juga bisa. Buat yang makhluk noctural dan suka ngalong kayak kalong di malam hari, berniat ngabisin malem dengan terjaga, boleh juga lha ke event ini. BEBAAAASS!!
 
   Untuk info lebih lanjut, silahkan menuju facebooknya yak. Lengkap infonya. KLIK DISINI UNTUK INFO.

   Mereka sering bagi-bagu tiket VIP juga guys! Ini untuk 50 orang yang beruntung yang bisa masuk area event satu hari sebelum evennya dimulai yaitu tanggal 19 Oktober. (Yes, I got the VIP ticket! #pamer dulu)

   Oke, sekian dulu yak infonya. Gue akan usahakan memberikan laporan bagaimana eventnya berlangsung tanggal 19 oktober nanti. Gue akan menyiapkan duit dulu untuk kalap. Doakan saya! *benteng takeshi fans*

 
 

Wednesday, September 28, 2016

[MASO] dengan menghadiri nikahan cinta pertama

   Yep, mau cerita soal kejadian memalukan sekaligus menyakitkan.
   Seperti judulnya, ini soal gue dateng ke resepsi pernikahan temen SMA gue, sekaligus cinta pertama gue.

   Berawal dari post salah satu temen SMA di grup facebook kelas X gue, jantung gue gerasa udah kayak berhenti berdetak liat foto yang dipost temen itu. *lebay*

   Undangan pernikahan.

   Dan dua nama familiar tertera dengan cantik di undangan berwarna emas itu. Dua nama yang sempet hadir dalam hidup gue yang kelam ini. *lebay (2)*

   Sebut saja nama mereka LUKI dan IZZY. Yah, keduanya teman masa SMA gue, tepatnya ketika gue masih di kelas X (kelas 1 SMA). LUKI duduk di depan gue, dan IZZY duduk di belakang gue. Intinya kita duduk satu baris berurutan.

   Waktu gue SMA gue belom kenal namanya cinta-cintaan men... namanya juga anak pulau yang kalau ketauan deket-deket anak cowok aja bisa langsung dibawa ke KUA. Waktu kelas 1 itulah gue mengenal sosol Luki, cowok yang mukanya standart, nilai juga rata-rata, tapi remaja masjid dan rajin banget nongkrong di mesjid skolah -bukan untuk ngopi gan tapi untuk sholat dan ngaji. (seinget gue gitu sih)

   Singkat cerita gue mengenal cinta monyet saat itu, karena kriteria gue dengan cowok ganteng adalah yang suka ke mesjid dan rajin sholat. Secara gue ini bejad banget jadi cari keriteria yang sekiranya bisa lha ngurangi masa berendam gue di api neraka kelak.

Thursday, September 1, 2016

Update untuk diri yang sedang Kudet

Mas broh, gue lupa gue punya blog. #ditapuk
Gue beneran lupa gimana cara nulis blog, dan otak memberikan signal "Ente kan lupa password blognye.", padahal tinggal sign in email langsung otomatis masuk ke blogspot. *bilang aja males lu kat*

Oke jadi gue terakhir nulis blog bulan Maret... waktu emak gue lagi gila-gilanya sama yang namanya serial Uttaran. Sekarang, Alhamdulillah emak gue masih betah nongkrongin tv buat nonton Methi sama Akas menderita karena Methi mandul.
Gak, gue gak ikutan nonton kok. Suer.

Nah sekarang ada yang nanya?
Kemana kek gue selama menghilang?

Gue jawab aja lha yah, gue sebenernya gak kemana-mana. Gue juga gak sibuk sampek gak sempet update blog. Gue juga gak mengalami masalah internet lemot ato apalah. Kerjaan juga gak banyak-banyak amat.
Gue cuma kena writer blog.
Intinya gue gak tau kudu nulis apa.

Monday, March 7, 2016

[Emak] dan Uttaran

   Uttaran,
   Iya, sinetron dari negeri India yang lagi booming di Indonesia ini, sekarang juga lagi booming di keluarga besar nih. Terutama emak.

   Awalnya ini gegara adek sepupu yang bernama Fitriana Grande (mengaku kembaran Ariana grande tapi versi lebih gelap(?)), yang pada waktu itu sudah memutuskan untuk magang di pulau kelahiran -bawean-, datang kembali ke pulau jawa untuk urusan ijazah Akademi Kebidanannya. Ketika sampai ke rumah, dia langsung memencet remot tv dan merubah channel ke Antepe.

   Disitulah letak perkenalan keluarga kami di Gresik sini dengan sinetron India berjudul Uttaran ini -dan pada akhirnya terjerat cinta Tuan Takur sampai rela nongkrong di depan tipi dari jam 3 sore sampai manghrib berkumandang di wilayah Kota Gresik dan sekitarnya.
*dan suara gelegar ayah berkumandang menyuruh kami semua ambil wudhu untuk sholat jama'ah*

   Awalnya gak tertarik untuk nonton, secara memang gak pernah suka dengan yang namanya sinetron -kecuali Tersanjung, Kehormatan dan Cinta Fitri (itu banyak? gak lha)- tapi pada akhirnya karena tiap hari diceritain oleh ibunda tercinta, nonton juga. Alasan lain, ya karena remote TV sudah di klaim oleh beliau, jadi mau ndak mau gagal nonton Upin Ipin malah nonton Uttaran.

   "Keterlaluan itu kak Tapasya, udah tau hamil bukan anaknya Veer masih ngaku2 aja.!"
    -ndang kasih tau Veer buk...
 
   "Astaghfirullah kaaaaaaaaaaaaaaaaakk!! Ibu kesel sama itu si nenek lampir (neneknya Tapasya). Udah Idungnya gede biger(?) kayak apa aja, kalau ngomong itu idung naik turun (kok bisa ya kak?), ngomong kok demi dewa demi dewa. Pengen ibu kepruk kepalanya.!"
   -jorokin ke jurang aja buk...

Thursday, March 3, 2016

Astaghfirullah.... *judul tak berkaitan dengan isi jurnal*

   Iya iya, ngerti.
   Blog ini terlantar (lagi) untuk kesekian kalinya. Bahkan sekarang hampir 1 taun. *cek jurnal terakhir Agustus 2015* Malu gila lihat jurnal terakhir. Berasa labil banget yak. :')... Sudahlah, gak usah di hapus sebagai pengingat(?). Pengingat kalau pernah juga jadi anak gahol yang hobinya galau dan baper.

   Pengen nulis lagi sejak bulan kapan tapi tiap mau nulis, adaaaaaa aja halangan. Halangan paling besar, tentunya bernama : MALAS. Kayaknya bener-bener perlu untuk memperbaiki diri, bukan ganya memperbaiki gizi. Kerjaan kok gak ada selain memperbaiki gizi (lebih menggemukkan badan).

   Anyway, ngomongin soal memperbaiki gizi, sejak 7 bulan lalu (iya, sejak blog ini terlantar), Daku ikut Belly Dance! wakakakak
   Iya, belly dance.
   Tarian yang (kayaknya menurut aku sih) identik sama hiburan raja-raja arab, tapi punyaku yang versi beruang kena epilepsi.

   Hasilnya?
   .
   .
   .
   Berat badan tetep sih, cuma ndak nambah gede aja. Soalnya mulut (alibi) masih suka makan 5x sehari. *dirajam rame-rame*

   Oke, segini dulu.
   Adios.
   Amigos.
   X Siempre.